Bekasi, Nusantara Media – Banjir melanda Perumahan Villa Kencana Cikarang, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak Minggu pagi (18/1/2026). Genangan air akibat curah hujan tinggi dari Sabtu malam (17/1/2026) hingga Minggu pagi belum surut sepenuhnya.

Ribuan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 30-60 cm. Banjir juga merendam akses jalan utama, mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Evakuasi dilakukan secara darurat menggunakan ember besar dan gerobak karena perahu karet belum tersedia. Air berasal dari genangan hujan dan luapan Kali Pulo Sirih di depan perumahan.

Hampir 2.000 rumah terendam, melibatkan sekitar 3.000 keluarga. Warga dengan balita dan anak kecil diprioritaskan mengungsi ke masjid terdekat atau rumah kerabat. Kepala Desa Sukajadi, Amir Hamzah, menyebut wilayahnya paling parah terdampak. Pemuda setempat (seperti dari blok EE) membantu evakuasi motor dan warga ke tempat pengungsian yang disiapkan RT001/007 di bawah koordinasi Gustaman.

Banjir mulai terjadi sejak hujan deras Sabtu malam (17/1/2026) hingga Minggu pagi (18/1/2026). Kondisi masih berlangsung hingga Minggu siang, dengan air sempat naik hampir sepaha di beberapa titik.

Perumahan Villa Kencana Cikarang, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lokasi rawan karena dekat Kali Pulo Sirih yang meluap.

Penyebab utama adalah curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya sejak Sabtu malam. Ditambah luapan air dari Kali Pulo Sirih serta sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air berlebih. Wilayah ini memang sering menjadi langganan banjir saat musim hujan intens.

Warga dievakuasi secara mandiri dengan bantuan pemuda lokal menggunakan gerobak dan ember. Pengungsian sementara disiapkan di masjid dan rumah kerabat. Pihak desa memantau situasi, sementara warga menunggu bantuan lebih lanjut seperti perahu karet dan penanganan drainase jangka panjang.

Banjir ini bagian dari dampak cuaca ekstrem di Jabodetabek awal 2026, di mana hujan deras juga memicu genangan di beberapa kecamatan lain di Bekasi.