Setelah finis terbaik musim ini di Zandvoort, Mike Krack menegaskan bahwa Aston Martin masih membutuhkan waktu untuk memaksimalkan sasis baru mereka. Namun, trek-trek berikutnya mungkin tidak akan sebaik Zandvoort.
Lance Stroll menjadi sorotan di Belanda, tetapi justru Fernando Alonso yang tampil impresif. Start dari posisi ke-18, Alonso memanfaatkan strategi satu pit stop yang cerdik untuk finis di posisi kesembilan, mengungguli Pierre Gasly yang frustrasi.
Kecepatan Balapan vs Kualifikasi
Krack mengakui bahwa performa balapan Aston Martin lebih baik daripada performa kualifikasi. "Sejak Budapest kami tahu bahwa kami sedikit lebih kuat di balapan," ujarnya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa trek seperti Monza dan Baku dengan trek lurus panjang akan menjadi tantangan besar.
"Akan ada balapan yang lebih sulit," tambah Krack. "Kami akan lihat bagaimana kelanjutan musim ini."
Baca Juga Russell Rebut Sprint Pole GP Belanda, Norris Mengintip dari P2Dengan kecepatan tertinggi yang hanya 309,5 km/jam di Zandvoort, jauh di bawah Alpine yang mencapai 331,7 km/jam, Aston Martin harus bekerja keras untuk menutup gap. Meski upgrade mesin Honda sudah datang, adaptasi masih berlangsung.
"Kami perlu belajar menggunakannya dan mengoptimalkannya," jelas Krack. "Ini akan memakan beberapa balapan, tapi ini langkah maju yang baik."
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!