Sabtu pagi di MotorLand Aragon langsung menghadirkan ketegangan yang berbeda. Marco Bezzecchi tiba di sesi kualifikasi dengan status sebagai pembalap tercepat dalam sejarah sirkuit ini, setelah memecahkan rekor lap absolut kemarin. Namun, selisihnya dengan Marc Marquez hanya 0,038 detik—sebuah angka yang terasa tipis untuk sebuah sesi yang bisa mengubah posisi start secara drastis.

Bezzecchi sendiri mengakui bahwa Marquez masih punya ruang untuk berkembang. Sementara itu, Marquez menegaskan dirinya dalam 'mode serang' setelah finis ketiga di Practice. Di sisi lain, Alex Marquez merasa nyaman dengan performanya, tetapi ia masih kehilangan waktu di sektor akhir, area yang dikuasai oleh Aprilia yang lincah di tikungan panjang.

Di belakang tiga besar, Fabio Di Giannantonio tertinggal seperempat detik, namun Fermin Aldeguer dan Raul Fernandez juga berhasil menembus 1m45s. Sorotan menarik datang dari Johann Zarco, yang kembali dari cedera dan langsung menjadi satu-satunya pembalap Honda yang lolos ke Q2. Bos timnya, Lucio Cecchinello, memuji penampilan Zarco sebagai bukti determinasi manusia.

- Advertisement -
Advertisement

Kecepatan Aprilia di Aragon memang mengejutkan banyak pihak, termasuk Jorge Martin yang mengakui bahwa trek ini sebelumnya bukan tempat terbaik bagi RS-GP. Di kubu KTM, Pedro Acosta justru mengeluhkan perubahan alokasi ban yang memengaruhi kepercayaan dirinya di depan. Sementara itu, Fabio Quartararo, meski menjadi Yamaha tercepat, mengakhiri Jumat dengan nada pesimistis karena merasa tidak bisa push untuk satu lap cepat maupun konsisten di beberapa lap.

Baca Juga Drama Jorge Martin dan Aprilia Memanas di MotoGP 2025

Kualifikasi dijadwalkan mulai pukul 10:50 waktu setempat, dan Sprint akan digelar sore ini pukul 15:00. Semua mata tertuju pada duel Bezzecchi-Marquez yang sudah terasa panas sejak Jumat.