Kimi Antonelli tengah menikmati keunggulan 81 poin di klasemen Formula 1 2026, tetapi bayang-bayang kepanikan mulai menghantui. Peringatan itu datang dari juara dunia 2016, Nico Rosberg, yang melihat potensi tekanan besar jika McLaren dan Ferrari bangkit.

Rosberg, yang pernah merasakan ketatnya perebutan gelar, menyoroti skenario terburuk: jika McLaren dan Ferrari melakukan peningkatan performa, Antonelli bisa terseret kembali ke dalam persaingan ketat. "Skenario terburuk adalah jika tiba-tiba McLaren mulai menjauh dan mungkin ada peningkatan dari Ferrari, dan Kimi mulai terpuruk lebih dalam," ujarnya di Sky Sports F1 Show.

Pembalap Mercedes itu meraih kemenangan di Grand Prix Spanyol perdana di sirkuit Madring, memanfaatkan virtual safety car yang tepat waktu. Namun, Antonelli sendiri mengakui bahwa kemenangan tersebut bukan cara yang ia inginkan, dan tanpa VSC, Lando Norris dari McLaren kemungkinan besar akan menang.

- Advertisement -
Advertisement

Rosberg lalu menarik paralel dengan musim kejuaraannya sendiri pada 2016. Saat itu, ia mulai kehilangan performa di empat balapan terakhir dan terseret ke pertarungan ketat dengan Max Verstappen. "Saya selalu berada di posisi ketiga di suatu titik, dan bukan posisi kedua, dan Verstappen menabrak saya di setiap balapan. Jika dia (Antonelli) terseret kembali ke dalam pack, risiko meningkat, dan Anda mulai panik," tambahnya.

Tekanan psikologis memang menjadi faktor krusial dalam perebutan gelar. Dengan 15 balapan tersisa, termasuk Grand Prix Azerbaijan pada 24-26 September, Antonelli harus menjaga stabilitas mentalnya. Keunggulan 81 poin atas rekan setimnya, George Russell, terlihat meyakinkan, tetapi sejarah menunjukkan bahwa tidak ada yang aman hingga bendera chequered terakhir.

Baca Juga Buxton Kritik Keras Insiden Hamilton-Leclerc di Monza

Jika McLaren dan Ferrari benar-benar meningkatkan performa, pertarungan bisa berubah drastis. Antonelli, yang masih muda, harus belajar mengelola ekspektasi dan tekanan. Rosberg berpesan agar pembalap Italia itu tidak terjebak dalam kepanikan yang bisa merusak fokusnya.

Musim masih panjang, dan setiap poin akan sangat berarti. Akankah Antonelli mampu mempertahankan ketenangannya, atau justru goyah seperti yang dialami Rosberg di akhir 2016? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: perburuan gelar F1 2026 belum usai.