Guenther Steiner tidak tinggal diam. Mantan bos Haas itu melontarkan kritik pedas terhadap presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, yang berencana membantu Aston Martin agar Fernando Alonso tetap kompetitif di Formula 1. Bagi Steiner, pernyataan Ben Sulayem soal 'bantuan' kepada tim Silverstone itu sudah melewati batas.
Semuanya bermula menjelang Grand Prix Spanyol. Ben Sulayem menyebut situasi yang dialami Alonso 'tidak dapat diterima' dan menawarkan bantuan agar juara dunia dua kali itu tidak pensiun karena alasan performa. "Tidak mungkin kita membiarkan Fernando pergi hanya karena keadaan," ujar Ben Sulayem. Ia bahkan berencana berbicara langsung dengan Alonso untuk mendengar apa yang dibutuhkan.
Namun, pernyataan itu memicu reaksi keras dari Steiner. Dalam podcast The Red Flags, ia menegaskan bahwa tidak ada yang 'berhak' berada di F1. "Tidak ada yang berhak berada di sana. Kamu harus bekerja untuk itu. Kamu harus ingin berada di sana, bukan merasa berhak," tegas pria asal Italia itu. "Apa artinya berhak? Tidak ada yang berhak atas apa pun, baik dalam olahraga maupun hidup."
Steiner juga menyoroti bahwa masalah Aston Martin bukan tanggung jawab federasi. Menurutnya, tim harus menyelesaikannya sendiri. "Untuk mengatakan Aston Martin perlu mencari solusi, itu masalah mereka. Itu bukan masalah federasi," lanjutnya. Ia lalu membandingkan dengan tim lain yang juga kesulitan, seperti Cadillac, yang belum mencetak poin musim ini. "Jadi apa yang harus dikatakan Cadillac? Oh, kami berhak lebih baik. Kami butuh bantuan. Mereka butuh lebih banyak bantuan, tapi Aston Martin bisa membantu diri mereka sendiri."
Pernyataan Ben Sulayem memang cukup kontroversial. Juru bicara FIA kemudian menjelaskan bahwa komentar tersebut terkait dengan sistem Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO), yang memungkinkan tim dengan performa kurang mendapatkan kesempatan pengembangan tambahan. Namun, bagi Steiner, tetap saja ada batas antara peran regulator dan campur tangan teknis.
Baca Juga Honda Ungkap Masalah Getaran Mesin Aston MartinKontrak Alonso dengan Aston Martin akan berakhir musim ini. Spekulasi pun mencuat: apakah ia akan pindah ke Alpine atau memilih pensiun? Di tengah ketidakpastian itu, pernyataan Ben Sulayem justru menambah lapisan drama. Alonso sendiri belum memberikan komentar resmi, tetapi ekspresi sedihnya di GP Spanyol menjadi sorotan.
Steiner, yang kini dikenal sebagai komentator dan analis, konsisten dengan pandangannya bahwa F1 adalah kompetisi murni. Bantuan yang diberikan FIA, sekecil apa pun, dianggapnya sebagai intervensi yang mengganggu sportivitas. "Ini olahraga. Kamu tidak bisa hanya karena kasihan lalu memberikan bantuan," pungkasnya.
Kritik Steiner ini pun memantik diskusi di kalangan penggemar. Apakah FIA seharusnya turun tangan menyelamatkan karier pembalap legendaris? Ataukah itu murni urusan tim dan pembalap? Yang jelas, perdebatan ini menambah panas suhu paddock menjelang seri-seri berikutnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!