MotoGP, Nusantara Media - Alex Rins menegaskan komitmennya terhadap proyek Yamaha V4 pada MotoGP Thailand 2026 dengan cara yang tidak biasa. Setelah akhir pekan sulit di Buriram, pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP itu tidak menggelar sesi media seperti biasanya, melainkan membagikan data detak jantungnya selama balapan sebagai ilustrasi usaha maksimal yang ia lakukan.
Rins menyelesaikan grand prix di posisi ke-15, dalam balapan berdurasi sekitar 40 menit yang berlangsung dalam kondisi panas dan menuntut secara fisik. Data yang ia unggah menunjukkan detak jantungnya mencapai puncak 205 bpm dengan rata-rata 183 bpm sepanjang lomba.
“Kami melakukan segala yang kami bisa hari ini. Inilah gambaran memberikan 100%,” tulis Alex Rins.
Rekan setimnya, Fabio Quartararo, finis 30,8 detik di belakang pemenang lomba Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing, serta dua detik di depan Rins. Hasil tersebut kembali menyoroti tantangan kompetitif Yamaha dengan motor V4 terbaru mereka pada putaran pembuka musim 2026.
Dalam rilis resmi tim, Alex Rins mengakui balapan berjalan sangat berat, khususnya dalam pengelolaan ban.
“Itu balapan yang sangat sulit, dan sangat sulit mengatur ban. Saya memberikan 100% di setiap lap.”
“Kami meninggalkan Thailand setelah tes pramusim dan akhir pekan balapan dengan beberapa kesimpulan positif. Mari terus melangkah dan mengembangkan proyek ini. Saya menantikan Brasil.”
Di luar tim pabrikan, dua pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP, Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller, juga mengakhiri akhir pekan tanpa poin. Hal ini memperlihatkan bahwa tantangan Yamaha bukan hanya pada satu sisi garasi, melainkan secara keseluruhan pada performa paket teknis V4.
Managing Director Yamaha Racing, Paolo Pavesio, menegaskan pendekatan bertahap dalam membangun kembali daya saing.
“Para pembalap kami memberikan 100%, perusahaan memberikan 110%, dan kami akan terus melakukan itu. Itulah satu-satunya cara.”
“Tidak ada keajaiban: satu langkah demi satu langkah, satu detik demi satu detik. Kami bertekad untuk mengembangkan proyek ini sampai kembali kompetitif.”
MotoGP Thailand 2026 menjadi indikator awal bahwa Yamaha masih tertinggal dari rival utama dalam hal performa puncak maupun konsistensi balapan. Namun komitmen fisik dan mental dari Alex Rins dan Fabio Quartararo menjadi bagian penting dalam fase pengembangan awal proyek V4.
Putaran berikutnya di Brasil akan menjadi ujian lanjutan bagi Yamaha untuk menerjemahkan temuan teknis dari Buriram ke dalam peningkatan performa di lintasan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!