Komunikasi antara pembalap dan teknisi di ajang Formula 1 merupakan salah satu aspek paling sakral yang tidak boleh diganggu gugat. Namun, aturan tidak tertulis tersebut justru dilanggar secara sukarela oleh salah satu tim peserta demi menciptakan sejarah baru di dunia balap modern pada akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat di Austin.

Menurut penjelasan dari Rob Gulliver selaku teknisi komunikasi balap IT dari tim Alpine, sambungan radio antara pembalap dan teknisi adalah jalur komunikasi yang paling dilindungi, dikontrol ketat, serta dijaga kesakralannya dalam tim. Oleh karena itu, memberikan kebebasan kepada pihak luar untuk berbicara langsung dengan pembalap di tengah sesi merupakan keputusan besar yang penuh pertimbangan matang.

Bagi penonton yang tidak menyimak siaran latihan bebas pertama atau mengikuti umpan internasional dari Sky Sports F1, momen latihan start setelah bendera finis dikibarkan mungkin terlihat berjalan seperti biasa. Padahal, saat para pembalap menerima instruksi penting untuk melakukan prosedur krusial tersebut, arahan bagi Pierre Gasly justru datang dari sumber yang sangat tidak biasa.

- Advertisement -
Advertisement

Komentator televisi David Croft tiba-tiba masuk melalui saluran radio tim dan memberikan instruksi langsung kepada sang pembalap untuk melakukan burnout serta bersiap di sisi kanan grid dengan pengaturan mesin tertentu. Setelah menyelesaikan tugas tersebut, Gasly bahkan sempat memuji persiapan sang komentator sebelum melakukan perbincangan singkat mengenai kondisi lintasan menjelang balapan utama.

Baca Juga Sergio Perez Sebut Batas Anggaran F1 Tidak Adil bagi Tim Kecil

Kolaborasi unik antara pihak penyiaran dan tim peserta ini berhasil mencatatkan sejarah baru sebagai komunikasi langsung dua arah pertama di atas lintasan F1 yang disiarkan secara langsung. Meskipun memberikan beban kerja tambahan bagi pembalap, inisiatif inovatif ini dinilai memberikan warna baru dan sudut pandang segar bagi para penggemar yang menyaksikan jalannya akhir pekan balapan.