Pandeglang, Nusantara Media - Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Banten Selatan telah memunculkan sebuah fenomena alam yang menarik sekaligus mengundang tanda tanya besar bagi dunia ilmu pengetahuan. Di sepanjang aliran Sungai Cikoncang, yang terletak di Kampung Leuwimuja, Desa Sukasenang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, debit air yang menyusut drastis membuka jalan bagi tersingkapnya benda-benda purba.
Di tengah surutnya air sungai tersebut, warga setempat khususnya anak-anak, ramai-ramai melakukan pencarian benda yang diduga merupakan fosil gigi hiu atau gigi hewan dari masa lampau. Dengan menggunakan peralatan seadanya, mereka menyusuri bagian dasar dan tepian sungai secara teliti untuk menemukan material berharga tersebut.

Hasil temuan berupa benda yang menyerupai gigi hiu ini kemudian dikumpulkan oleh warga untuk dijual kepada para kolektor yang datang langsung ke lokasi dengan penawaran harga yang bervariasi. Salah satu anak yang kerap melakukan pencarian, Adnan, menceritakan bagaimana aktivitas berburu fosil ini sudah menjadi rutinitas harian bersama rekan-rekannya selama musim kemarau melanda.
"Saya bersama teman-teman sering mencari di sungai menggunakan alat seadanya. Kalau sudah terkumpul, biasanya dijual kepada pembeli yang datang. Harganya bervariasi," ungkap Adnan memberikan penjelasan mengenai aktivitas perburuan benda purba di aliran sungai tersebut.

Fenomena penemuan benda-benda yang menyerupai gigi hiu purba ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi sebagian warga asli Kampung Leuwimuja. Tokoh setempat sekaligus pengurus Pondok Pesantren Terpadu Al Mu'in, Ustad Rusdi, menuturkan bahwa dirinya bahkan sudah sering menemukan benda serupa di kawasan sungai tersebut sejak masih kecil.
Menurut pengamatan Ustad Rusdi, dahulu ia tidak hanya menemukan benda yang menyerupai gigi ikan atau hiu, tetapi juga berbagai tulang-tulang ikan berukuran besar. Kendati demikian, seiring berjalannya waktu dan perubahan lingkungan akibat banjir yang kerap terjadi, temuan tulang-tulang tersebut kini semakin jarang terlihat di permukaan.
Baca Juga Kodim Pandeglang Bangun 4 Jembatan Gantung Perintis Garuda, Akses Pedesaan Semakin Terbuka"Dari kecil saya sudah sering menemukan gigi-gigi ikan, seperti yang menyerupai gigi hiu, bahkan tulang-tulang ikan juga pernah ditemukan. Namun, sekarang tulang-tulangnya sudah jarang terlihat. Sementara benda yang menyerupai gigi itu masih banyak ditemukan di sepanjang Sungai Cikoncang," tutur Ustad Rusdi mengenang masa lalunya di kawasan aliran air tersebut.
Kemunculan benda-benda yang diduga sebagai fosil ini membuka ruang diskusi mengenai kondisi geologi serta sejarah alam di wilayah Banten Selatan pada masa lampau. Muncul pula pertanyaan mendasar dari masyarakat mengenai alasan keberadaan fosil gigi hiu purba di wilayah yang kini berada cukup jauh dari garis pantai, apakah kawasan tersebut pada masa prasejarah merupakan lautan purba.
Meski demikian, identitas asli dari benda-benda temuan tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah hanya berdasarkan bentuk fisiknya saja. Diperlukan penelitian lanjutan serta pemeriksaan mendalam oleh para ahli paleontologi atau geologi guna memastikan status keaslian fosil serta merekonstruksi sejarah lingkungan purba di Sungai Cikoncang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!