Pembalap Lando Norris memberikan klarifikasi tegas terkait situasi strateginya bersama tim McLaren pada ajang balap Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas. Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang di paddock mengenai komunikasi radio yang sempat memanas, pembalap asal Inggris tersebut menegaskan bahwa dirinya merasa puas dengan keputusan dan arah strategi yang diambil oleh dinding pit timnya sepanjang balapan 56 putaran tersebut.

Memulai balapan dari baris keempat atau tepatnya di posisi kedelapan grid setelah catatan waktunya pada sesi Q3 dihapus akibat pelanggaran batas lintasan, perjuangan keras langsung dihadapi oleh sang juara dunia Formula 1 musim 2025 tersebut. Sepanjang perlombaan, McLaren memutuskan untuk menerapkan strategi satu kali pit stop yang cukup berisiko, memaksa ban keras yang digunakannya bertahan dalam durasi yang sangat panjang di tengah tekanan ketat dari para rival di belakangnya.

Pilihan taktis tersebut membuat Lando Norris harus meladeni gempuran para pesaing utama seperti Max Verstappen, Charles Leclerc, dan Lewis Hamilton yang melaju dengan keunggulan ban jauh lebih segar berkat strategi dua kali pit stop. Para pembalap di grup depan dengan mudah mampu mendekati dan mengejar posisi McLaren pada fase-fase akhir balapan ketika degradasi ban sudah mencapai batas maksimal dan menggerus performa kendaraan secara keseluruhan.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam sesi wawancara kepada media termasuk Motorsport Week setelah balapan usai, Lando Norris menjelaskan secara teknis bagaimana kondisi bannya saat harus meladeni serangan para rival. Ia mengakui bahwa keunggulan ban baru memberikan perbedaan performa yang sangat masif, terutama ketika mobil-mobil lain mulai mendapatkan cengkeraman optimal di sisa lap penutup GP Amerika Serikat.

"Saya berada di atas ban yang sudah terlalu tua," ujar Lando Norris kepada media termasuk Motorsport Week. Ia menambahkan bahwa kecepatan mobilnya sempat mengejutkan di atas kompon ban keras jika dibandingkan dengan para pesaing, namun keunggulan tersebut perlahan memudar ketika mobil-mobil lain mulai menggunakan mode overtake dan keunggulan kompon baru.

Baca Juga Alonso: Monza Bukan Lagi 'Temple of Speed' di Era F1 2026

Lebih lanjut, pembalap andalan Woking tersebut juga meluruskan kesalahpahaman yang sempat muncul ketika komunikasi radionya terdengar tegang saat ia meminta agar dibiarkan fokus menyelesaikan sisa balapan tanpa intervensi berlebihan. Dirinya menegaskan bahwa respons tersebut bukanlah sebuah bentuk kemarahan atau ketidaksepakatan terhadap strategi, melainkan bagian dari diskusi internal yang dinamis mengenai opsi melakukan pit stop tambahan atau tetap bertahan di lintasan.

"Tidak, saya sangat senang dengan tim. Kami melakukan pekerjaan yang baik hari ini. Mereka hanya sedang berdebat apakah harus masuk pit untuk mengganti ban yang berbeda atau tidak. Saya berharap memiliki peluang lebih baik dengan ban keras, tetapi ban keras tersebut mengalami degradasi. Jadi itu lebih kepada: apakah kami ingin masuk pit dan bermain aman dengan beralih ke set ban lain, ataukah kami ingin tetap bertahan? Dan kami memilih untuk tetap bertahan. Tidak ada perselisihan. Saya pikir mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan strateginya," tutup Lando Norris yang kini bersiap menghadapi rangkaian GP Mexico City.