Sesi kualifikasi GP Sao Paulo di sirkuit Interlagos harus menghadapi penundaan panjang akibat guyuran hujan deras yang melanda lintasan. Di tengah ketidakpastian dan waktu tunggu yang membosankan di dalam garasi tim, Max Verstappen menemukan cara tersendiri untuk mengusir kejenuhan dengan memantau jalannya kompetisi sepak bola Liga Inggris atau Premier League.

Hujan lebat yang mengguyur membuat sesi penentuan posisi start tersebut terpaksa diundur hingga lebih dari satu jam dari jadwal semula. Para pembalap serta kru tim terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di dalam garasi sambil menantikan lampu hijau menyala dari pengawas balapan. Situasi ini dimanfaatkan oleh sang juara bertahan untuk mengalihkan sejenak fokusnya dari dunia balap Formula 1 ke layar televisi.

Situasi akhir pekan tersebut memang terasa lebih santai bagi pembalap asal Belanda itu mengingat risiko yang dihadapinya. Konsekuensi dari pergantian komponen mesin membuat Red Bull harus rela menerima hukuman turun posisi, yang berarti ia dipastikan akan memulai balapan utama dari barisan paling belakang. Hasil kualifikasi praktis tidak memberikan dampak besar bagi posisinya di grid start hari Minggu.

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun sempat turun ke lintasan pada sesi Q1 hanya untuk memastikan kondisi mobil, ia kemudian memilih kembali ke garasi dan menghabiskan sisa waktu menunggu. Menghabiskan seharian penuh di sirkuit dengan kepastian start dari posisi buncit rupanya meninggalkan kesan melelahkan tersendiri baginya. Dalam wawancaranya bersama Viaplay, ia bahkan melontarkan candaan khas terkait lamanya waktu yang dihabiskan di sirkuit.

"Saya telah kehilangan dua belas jam dalam hidup saya yang tidak akan pernah bisa kembali," ungkap Verstappen menggambarkan kejenuhan di paddock.

Ketika awak media menanyakan bagaimana ia menghabiskan waktu selama penundaan panjang tersebut, ia dengan santai mengakui aktivitas hiburannya. "Saya sedang menonton sepak bola," ujarnya, sebelum memperjelas bahwa tontonan pilihannya adalah Liga Inggris.

Interaksi santai itu terus berlanjut ketika sang pewawancara menanyakan skor pertandingan yang sedang berlangsung. Verstappen bahkan sempat menanyakan skor terkini kepada awak media karena sempat terlewat saat berada di dalam kokpit mobil. Suasana semakin cair tatkala ia dengan sengaja melibatkan petugas pers timnya, Anna, ke dalam percakapannya untuk melontarkan godaan ringan.

Baca Juga Lando Norris Akui Bersalah dan Minta Maaf Usai Insiden dengan Oscar Piastri

"Dia tidak senang, karena dia adalah penggemar City," goda Verstappen sambil tertawa.

Lepas dari drama penundaan kualifikasi dan hiburan sepak bola, pembicaraan akhirnya kembali pada persiapan menghadapi balapan hari Minggu. Menanggapi ancaman cuaca hujan yang diprediksi kembali turun saat balapan utama, ia menegaskan tidak memiliki preferensi khusus terhadap kondisi lintasan.

"Tidak masalah apakah itu kering atau basah," tegasnya kepada para wartawan.

Meskipun dihadapkan pada misi berat harus merangsek naik dari barisan paling belakang, target utama pembalap andalan Red Bull ini tetaplah mendulang poin maksimal. Tantangan semakin besar mengingat karakteristik sirkuit Interlagos yang dinilai tidak memiliki mode menyalip yang terlalu dominan. Kendati demikian, sejarah mencatat bahwa ia memiliki kapasitas mumpuni untuk melakukan pembalasan impresif dari lini belakang.