MotoGP, Nusantara Media - Pembalap Ai Ogura memilih meredam ekspektasi jelang seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand meski mencatat salah satu simulasi Sprint tercepat selama tes pramusim di Buriram bersama Trackhouse Aprilia.

Ogura menjadi yang tercepat dalam kategori simulasi Sprint dengan rata-rata waktu 1 menit 30,101 detik dari 12 lap, mengungguli sejumlah pembalap papan atas. Catatan tersebut bahkan berada di bawah rata-rata waktu kemenangan Sprint Marc Marquez pada balapan tahun sebelumnya di sirkuit yang sama.

Meski demikian, pembalap asal Jepang itu menegaskan bahwa hasil tersebut belum mencerminkan peta kekuatan sebenarnya, mengingat beberapa rival juga menunjukkan kecepatan tinggi dalam simulasi berbeda, termasuk Francesco Bagnaia dan Alex Marquez.

- Advertisement -

“Kalau kemarin ditanya target, saya akan bilang finis 10 besar. Tapi sekarang mungkin bisa 6 atau 7 besar,” ujar Ogura.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan performa terbesarnya dibanding musim lalu terletak pada fase masuk tikungan hingga apex, di mana ia kini lebih percaya diri terhadap grip ban depan.

“Peningkatan terbesar ada di entry hingga apex. Saya bisa lebih merasakan ban depan,” jelasnya.

Namun, Ogura tetap menilai bahwa beberapa pembalap masih berada di level yang lebih tinggi dalam hal pace balapan, terutama para rider Ducati yang dinilainya sangat kompetitif di berbagai kondisi.

“Marc sangat cepat, Pecco sangat cepat, semua pembalap Ducati sangat cepat. Tapi mungkin juga karena pembalapnya,” tambahnya.

Di sisi lain, hasil tes menunjukkan dominasi awal Aprilia, dengan Marco Bezzecchi mencatat waktu tercepat secara keseluruhan serta simulasi balapan penuh yang solid. Sementara itu, Jorge Martin berada di posisi delapan dan Raul Fernandez di posisi sebelas.

Meski demikian, Ogura tidak langsung menyimpulkan bahwa Aprilia kini sejajar dengan Ducati dalam perebutan kemenangan.

Ia menilai bahwa performa di tes pramusim masih dipengaruhi berbagai faktor, termasuk strategi simulasi dan kondisi lintasan, sehingga hasil sesungguhnya baru akan terlihat pada akhir pekan balapan.

Dengan kombinasi progres individu dan potensi motor RS-GP, Ogura berpeluang menjadi salah satu kejutan di awal musim. Namun, ia tetap memilih pendekatan realistis sambil menunggu pembuktian di lintasan balap yang sesungguhnya di Buriram.