Pembalap berbakat asal Spanyol, Pedro Acosta, secara resmi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasakan beban atau tekanan menjelang langkah besarnya bergabung dengan tim pabrikan Ducati pada ajang MotoGP musim 2027 mendatang. Pembalap berjuluk "El Tiburon" ini siap menyambut babak baru dalam kariernya, di mana ia akan berbagi garasi dengan sang legenda, Marc Marquez.

Langkah kepindahan Acosta ini mencatatkan sejarah tersendiri di era modern MotoGP. Ia dipastikan akan menjadi pembalap pertama yang langsung bergabung dengan tim pabrikan utama Ducati tanpa harus melewati 'masa adaptasi' di tim satelit mereka. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Jorge Lorenzo yang melakukan langkah serupa pada tahun 2017 silam.

Hebatnya lagi, jika dibandingkan dengan calon rekan setimnya, Marc Marquez—yang notabene merupakan juara dunia sembilan kali—bahkan harus rela menghabiskan satu musim bersama tim satelit Gresini Racing sebelum akhirnya mendapatkan promosi ke tim resmi.

- Advertisement -
Advertisement

Sebelumnya, nama Acosta sangat lekat dengan KTM. Ia menghabiskan seluruh karier kejuaraan dunianya di bawah naungan pabrikan asal Austria tersebut. Bersama KTM, Acosta telah mencatatkan berbagai prestasi gemilang, termasuk meraih kemenangan Sprint Race perdananya di Sirkuit Buriram pada tahun ini, serta mengoleksi total 13 podium Grand Prix.

Kepindahan pada tahun 2027 nanti bukan sekadar pergantian warna baju balap. Musim tersebut akan menjadi penanda dimulainya era baru regulasi di kelas premier MotoGP, yakni peralihan ke kapasitas mesin 850cc dan penggunaan ban Pirelli. Acosta menyadari betul bahwa transisi ini adalah babak krusial dalam hidupnya.

Perbedaan usia 11 tahun antara dirinya dan Marquez juga menjadi sorotan publik. Namun, Acosta memandangnya dengan sangat tenang dan objektif.

"Saya tidak tahu persis apa yang akan saya temukan di dalam garasi nanti, sejujurnya. Tapi di sisi lain, saya juga tidak punya tekanan," ungkap Acosta seperti dikutip dari Motorsport.com.

"Marc berada di fase akhir kariernya, sementara saya baru saja memulai awal karier saya. Dia juga sudah mengenal semua orang di tim tersebut, sedangkan saya butuh waktu untuk menyesuaikan ritme kerja dengan 'garasi Italia' ini. Saya sudah enam tahun bersama KTM dan mengenal semua orang di sana sejak saya masih berusia 16 tahun," tambahnya.

Baca Juga Alex Marquez Lebih Siap Hadapi Tekanan Gelar MotoGP 2026

Keputusan Ducati untuk memberikan kontrak multi-tahun (minimal dua musim) memberikan rasa aman tersendiri bagi Acosta. Pembalap muda ini tidak ingin terburu-buru dan berniat menggunakan musim pertamanya secara maksimal sebagai masa adaptasi.

"Saya tidak merasa tertekan, dan untungnya saya akan berada di sana setidaknya selama dua musim ke depan. Karena alasan itu, saya punya banyak waktu di musim pertama untuk menyesuaikan ritme dengan motor, lalu kita akan lihat bersama apa yang bisa terjadi di musim kedua nanti," jelasnya dengan penuh percaya diri.

Menilik kondisi peta persaingan di klasemen sementara saat ini, Acosta masih menunjukkan tajinya dengan menempati posisi ketujuh. Perolehan poinnya bahkan hampir dua kali lipat lebih banyak dari pembalap KTM terbaik berikutnya, Enea Bastianini.

Di sisi lain, Ducati bersama Marc Marquez saat ini tertahan di posisi keempat klasemen konstruktor/tim, dan masih harus berjuang mengejar ketertinggalan dari dominasi luar biasa trio andalan Aprilia: Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura.

Patut dinantikan bagaimana kiprah Pedro Acosta di atas motor Desmosedici pabrikan nantinya. Kombinasi darah muda tanpa tekanan dan pengalaman segudang Marc Marquez dipastikan akan membuat persaingan MotoGP 2027 menjadi salah satu tontonan yang paling ditunggu.