Dominasi Yamaha di kancah Kejuaraan Dunia Supersport menghadapi tantangan serius setelah kehilangan salah satu tim satelit paling suksesnya. Menyusul langkah Evan Bros yang beralih haluan, skuad elite asal Belanda, Ten Kate, secara resmi memutuskan mengakhiri kerja sama panjang mereka dan menyeberang ke pabrikan asal Tiongkok, QJ Motor, dengan ikatan kontrak berdurasi multi-tahun. Keputusan besar ini menandai era baru bagi peta kekuatan balap motor level menengah, di mana pabrikan raksasa asal Wenling tersebut siap mengerahkan sumber daya masifnya untuk menyaingi dominasi pabrikan mapan asal Jepang dan Eropa.
Untuk menghadapi musim kompetisi mendatang, Ten Kate telah mengamankan tanda tangan pembalap berbakat asal Turki, Can Oncu, yang sebelumnya tampil gemilang dan sukses mengamankan posisi penting di klasemen kejuaraan. Tidak berhenti sampai di situ, teka-teki mengenai siapa pendamping Oncu akhirnya terjawab sudah. Pembalap muda asal Belanda, Zonta van den Goorbergh, dipastikan mengisi kursi kedua tim pabrikan tersebut, sebagaimana laporan yang sebelumnya santer dikonfirmasi oleh media internasional.
Zonta sendiri bukanlah nama sembarangan di dunia balap internasional. Ia merupakan putra dari mantan pembalap Grand Prix terkemuka, Jurgen van den Goorbergh, yang malang melintang di kejuaraan dunia kelas 250cc, 500cc, hingga era modern MotoGP sepanjang rentang tahun 1991 hingga 2005. Jika mampu menjaga kondisi fisik dan terhindar dari cedera sepanjang sisa kalender balap, Zonta diproyeksikan akan segera mencatatkan penampilan Grand Prix ke-100 dalam kariernya. Sejak tahun 2020, pembalap berusia 20 tahun ini telah berjibaku di kasta Moto2, dengan pencapaian terbaiknya finis di posisi kelima pada Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi.
Meski belum secara konsisten meraih hasil papan atas di kelas intermediate Grand Prix, para pengamat meyakini bahwa Zonta memiliki talenta alami yang luar biasa besar. Yang ia butuhkan hanyalah menemukan ekosistem tim yang tepat, suportif, dan kompetitif untuk mengeluarkan potensi maksimalnya. Bergabung dengan Ten Kate diyakini sebagai langkah karier yang sangat tepat, mengingat basis operasi tim yang terletak di Nieuwleusen memiliki rekam jejak teknis luar biasa dengan koleksi selusin gelar juara dunia Supersport di masa lalu.
Baca Juga MotoGP 2027: Usulan Satu Motor Per Pembalap Memecah FabrikanDi sisi lain, QJ Motor tidak main-main dalam proyek ambisius ini. Sebagai bagian dari konglomerat otomotif Geely Group yang menaungi merek-merek global seperti Volvo dan Lotus, pabrikan ini memiliki kapasitas produksi massal hingga jutaan unit kendaraan per tahun. Kolaborasi erat antara kepakaran teknis tingkat tinggi dari Ten Kate dan sumber daya finansial serta manufaktur tak terbatas dari QJ Motor diprediksi akan segera mengubah peta persaingan, mentransformasikan mesin balap mereka menjadi penantang gelar yang tangguh di masa depan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!