Peta persaingan balap motor dunia kembali mencatatkan sejarah baru setelah Maria Herrera sukses mengamankan gelar juara dunia WorldWCR untuk kedua kalinya di Sirkuit Jerez. Pembalap asal Spanyol ini memastikan titel prestisius tersebut usai finis di posisi kelima pada balapan pertama akhir pekan ini, di mana kemenangan diraih oleh Paola Ramos yang unggul tipis atas Beatriz Neila di barisan depan.

Perjalanan menuju tangga juara sama sekali tidak mudah bagi Maria Herrera. Setelah harus menghadapi masa jeda selama tiga bulan akibat cedera serta kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya, ia mengakui bahwa manajemen emosi dan tekanan mental menjadi tantangan terbesar sepanjang akhir pekan di Jerez. Bayang-bayang insiden pada seri sebelumnya di Inggris sempat membuat tingkat kecemasannya meningkat drastis menjelang penentuan gelar.

Dalam sesi wawancara usai balapan, Maria Herrera menceritakan betapa tegangnya situasi yang ia rasakan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa tidak akan merasa gugup sedemikian rupa, namun apa yang terjadi di Inggris meninggalkan memori tersendiri. Meski demikian, ia merasa bersyukur dapat tiba di Jerez dengan kondisi yang memadai dan mengamankan gelar juara meskipun harus meredam ambisi besar demi mengamankan poin krusial.

- Advertisement -
Advertisement

Di balik kesuksesan tersebut, tersimpan perjuangan fisik yang luar biasa berat. Paola Ramos tampil begitu dominan dengan kecepatan luar biasa sepanjang sesi latihan, sementara Maria Herrera harus membalap dalam kondisi menahan rasa sakit akibat cedera serius yang dirahasiakannya dari publik selama paruh kedua musim kompetisi.

Baca Juga Aleix Espargaro Terancam Absen di MotoGP Mandalika Demi Uji Coba Sepang

Secara mengejutkan, sang juara dunia mengungkapkan bahwa dirinya menderita dua patah tulang jari serta mengalami dislokasi bahu kiri di tengah musim. Cedera pada bahu tersebut membuat lengan kirinya sering merasa mati rasa, dan ia dijadwalkan harus segera naik meja operasi dalam kurun waktu satu pekan ke depan demi memulihkan kondisi fisiknya.

Ketika disinggung mengenai masa depan kariernya serta potensi melangkah ke kejuaraan yang lebih tinggi, Maria Herrera dengan tegas menyuarakan pentingnya visibilitas yang lebih besar bagi para pembalap wanita. Ia melontarkan sebuah permintaan khusus agar diberikan kesempatan mencicipi motor kelas utama demi mendongkrak popularitas dan perhatian publik terhadap potensi kaum perempuan di kancah balap internasional.