Masa depan Yuki Tsunoda di ajang balap mobil kursi tunggal kini mulai memasuki babak baru yang sarat akan antisipasi. Pembalap asal Jepang tersebut selalu menegaskan tekadnya untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sebagai pembalap Formula 1. Namun, dinamika bursa transfer dan ketatnya persaingan membuat dirinya tidak mendapatkan kursi penuh untuk musim 2026, sehingga ia harus mendedikasikan diri sebagai pembalap cadangan untuk Red Bull Racing serta skuad Racing Bulls.

Situasi sempat berubah ketika Isack Hadjar mengalami cedera pergelangan tangan saat liburan musim panas, memaksa pembalap Prancis itu absen di seri Zandvoort, Monza, dan Madrid. Keadaan ini membuka jalan bagi Liam Lawson untuk promosi ke tim utama mendampingi Max Verstappen, sementara Tsunoda ditarik untuk mengisi posisi Lawson di tim Racing Bulls. Meskipun mampu menampilkan performa yang cukup kompetitif dengan finis terbaik di peringkat kesepuluh GP Monza, catatan waktu Tsunoda secara konsisten berada di bawah bayang-bayang rekan setim mudanya yang berusia 19 tahun, Arvid Lindblad.

Tekanan dari lini bawah akademi balap tidak berhenti sampai di situ saja, mengingat talenta muda berbakat lainnya seperti Nikola Tsolov juga menunjukkan penampilan gemilang di ajang Formula 2 dan diproyeksikan segera merapat ke Racing Bulls. Menyadari peluang untuk kembali membalap secara reguler di grid Formula 1 hampir tertutup rapat, Tsunoda mulai melirik opsi kompetitif di luar ajang grand prix. Berdasarkan laporan eksklusif dari media internasional, sang pembalap kini tengah bersiap untuk mencicipi atmosfer balap Amerika Serikat melalui agenda pengujian resmi.

- Advertisement -
Advertisement

Agenda krusial tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober mendatang di sirkuit Barber Motorsports Park, Alabama. Dalam sesi uji coba ini, Tsunoda akan mengemudikan mobil balap milik tim Meyer Shank Racing, sebuah skuad papan atas yang sukses menorehkan kemenangan prestisius pada ajang Indianapolis 500 musim ini lewat performa gemilang Felix Rosenqvist. Pemilihan tim ini tergolong sangat natural dan strategis, mengingat Honda selaku pabrikan mesin yang telah lama mendukung karier Tsunoda juga menjadi mitra teknis utama bagi skuad Meyer Shank Racing di ajang IndyCar.

Baca Juga Zak Brown Pilih IndyCar Washington daripada GP Belanda, Ini Alasannya

Komposisi skuad Meyer Shank Racing sendiri sudah dirancang matang untuk musim mendatang, di mana Felix Rosenqvist dan Marcus Armstrong dipastikan turun penuh di seluruh seri, sementara legenda hidup Helio Castroneves dijadwalkan tampil dalam tujuh balapan terpilih. Menariknya, untuk proyek jangka panjang tahun 2027, Armstrong dan pembalap Jerman Mick Schumacher telah resmi mengamankan kontrak membalap. Langkah uji coba di Amerika Serikat ini tentu akan menjadi tolok ukur penting untuk melihat bagaimana kapasitas adaptasi Tsunoda sekaligus membuka peluang potensi kolaborasi masa depan di Negeri Paman Sam.