Ketika lampu start GP Belanda di Zandvoort menyala, Zak Brown justru berada ribuan mil jauhnya, di tengah hiruk-pikuk balapan bersejarah IndyCar di Washington D.C. Keputusan sang CEO McLaren Racing itu bukan tanpa perhitungan matang—ia menilai kehadirannya lebih berdampak di sirkuit jalan raya ibu kota AS ketimbang di Eropa.
Dalam wawancara dengan SPEED bersama Will Buxton, Brown mengaku ingin berada di dua tempat sekaligus, tetapi teknologi menjadi penolongnya. "Saya ingin di keduanya, tapi belum bisa mewujudkannya," ujarnya sambil bercanda tentang "laptop rahasia" yang digunakannya untuk memantau performa Lando Norris yang merebut pole di Zandvoort.
Prioritas Brown jelas: "Peran saya adalah pergi ke tempat yang paling berdampak bagi tim balap kami, aktivitas komersial terbesar, dan pertumbuhan tercepat untuk seri yang kami ikuti." Menurutnya, balapan IndyCar di Washington ini "epic" dan belum pernah ada sebelumnya. Ia juga menyindir, "Kabar buruknya—jangan bilang siapa-siapa—tim balap kami bisa bertahan tanpa saya di satu akhir pekan."
Keputusan Brown ternyata berbuah manis secara komersial. Freedom 250 Grand Prix mencatat rekor sebagai balapan non-Indy 500 dengan penonton terbanyak sejak 1995, dengan rata-rata 3,2 juta pemirsa di FOX. "Kami punya mitra hebat di Belanda, tapi ini hal baru," jelas Brown. "Banyak mitra dan calon mitra baru di sini. Perhatian yang didapat IndyCar luar biasa, jadi saya harus ke sini. Ini keputusan yang tidak perlu dipikir panjang."
Baca Juga Tsunoda Dikaitkan dengan IndyCar untuk 2027Di lintasan, Arrow McLaren nyaris meraih kemenangan lewat Christian Lundgaard yang finis kedua di belakang Kyle Kirkwood. Sementara Nolan Siegel dan Pato O'Ward masing-masing finis keenam dan ke-16. Brown menilai ajang ini sukses besar dan "massive" bagi pertumbuhan IndyCar secara komersial.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!