Lebak, Nusantara Media - Keterbatasan anggaran dan lambatnya respons dari pihak berwenang tidak menyurutkan semangat warga Banten untuk memperbaiki infrastruktur di lingkungan mereka. Warga Babakan Kembang yang terletak di RT 013/RW 003, Desa Lebak Kesik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, memutuskan untuk bahu-membahu melakukan pengecoran jalan secara swadaya murni tanpa adanya kucuran bantuan dana dari pemerintah daerah maupun pusat. Aksi nyata perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 100 meter ini dipimpin langsung oleh Ketua RT setempat, Marif, yang mengkoordinasikan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat demi memperbaiki akses transportasi yang selama ini dikeluhkan sangat memprihatinkan dan menghambat aktivitas perekonomian warga sehari-hari.

Kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat parah dan nyaris tidak layak untuk dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Padahal, jalur penghubung tersebut memegang peranan yang sangat krusial dan vital bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat, khususnya sebagai jalur utama bagi para petani saat hendak membawa serta mendistribusikan hasil panen pertanian mereka ke luar wilayah. Kerusakan jalan yang parah ini praktis membuat biaya logistik membengkak dan menyulitkan mobilitas warga yang hendak menuju ke Desa Umul Jaya maupun ke wilayah Desa Lebak Kesik, sehingga memicu keresahan yang mendalam di tengah-tengah masyarakat pengguna jalan.

img-830cf381.webpTim Peliput

- Advertisement -
Advertisement

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Marif selaku pemimpin warga dalam kegiatan gotong royong tersebut, inisiatif swadaya ini terpaksa diambil setelah berbagai upaya formal dan pengajuan proposal perbaikan jalan yang telah dilayangkan berkali-kali kepada instansi pemerintah terkait tak kunjung membuahkan hasil maupun realisasi di lapangan. Berbagai proposal permohonan pembangunan infrastruktur yang diajukan seolah jalan ditempat dan tidak mendapatkan perhatian yang layak dari pihak yang berwenang, membuat warga harus menunggu dalam ketidakpastian yang cukup panjang di tengah kondisi jalan yang semakin membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas setiap harinya.

Baca Juga HUT Kabupaten Serang ke-499 Diwarnai Aksi Mahasiswa dan Ketegangan dengan Aparat

Berkat tingginya kesadaran kolektif serta kuatnya rasa kekompakan di antara warga masyarakat, timbul kesepakatan bersama untuk menggalang dana secara mandiri melalui sistem iuran sukarela. Setelah melalui proses pengumpulan dana yang cukup kooperatif dan dananya dinilai telah mencukupi untuk membelanjakan material bangunan dasar, warga langsung bergerak cepat memulai proses pengecoran jalan yang selama ini rusak parah. Seluruh rangkaian kegiatan pembangunan fisik ini dikerjakan secara gotong royong dengan mengandalkan tenaga dan semangat kebersamaan warga tanpa melibatkan kontraktor swasta ataupun tenaga ahli profesional dari luar desa.

Pelaksanaan kerja bakti massal ini tidak hanya melibatkan kaum bapak-bapak saja, melainkan turut melibatkan partisipasi aktif dari kaum ibu-ibu rumah tangga hingga anak-anak yang turut ambil bagian membantu meringankan beban pekerjaan di lokasi pengecoran. Keterlibatan lintas generasi ini menunjukkan betapa besarnya kerinduan masyarakat akan infrastruktur yang layak demi kelancaran aktivitas harian mereka. Melalui aksi gotong royong yang dimotori oleh Marif ini, warga Babakan Kembang berharap akses jalan vital yang telah dicor secara swadaya tersebut dapat bertahan lama, memperlancar distribusi hasil bumi, serta membuka kembali urat nadi perekonomian desa yang sempat tersendat akibat buruknya infrastruktur jalan di masa-masa sebelumnya.