Pandeglang, Nusantara Media – Banjir luas yang melanda Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, akibat curah hujan tinggi berhari-hari sejak awal Januari 2026, telah merendam ratusan rumah di berbagai desa, termasuk wilayah Kampung Koranji, Desa Surianeun, dan Desa Ciawi.

Seorang warga Kampung Koranji (yang enggan disebut namanya) menyampaikan kekecewaan mendalam atas distribusi bantuan logistik dan sembako yang dinilai tidak merata. Menurutnya, kunjungan pejabat Kabupaten Pandeglang, donatur, serta bantuan sering kali hanya menyasar desa-desa tertentu, sementara Kampung Koranji—yang kerap menjadi lokasi pertama terdampak banjir setiap musim—kurang mendapat perhatian.

Warga Kampung Koranji menyoroti Bupati Pandeglang, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Pandeglang, serta pemerintah Provinsi Banten sebagai pihak yang diharapkan memberikan keadilan. Mereka juga menyebut pemerintah Kecamatan Patia dan pihak terkait lainnya.

Lokasi utama keluhan berada di Kampung Koranji, Desa Surianeun, dan Desa Ciawi, semuanya masuk wilayah Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Banjir ini bagian dari bencana lebih luas yang merendam belasan kecamatan di Pandeglang, dengan titik terparah di Desa Idaman (Kecamatan Patia) akibat luapan Sungai Cilemer.

Banjir terjadi sejak awal Januari 2026 (tercatat intens sejak 3 Januari), berlanjut hingga pertengahan Januari, dengan keluhan warga disampaikan sekitar 17-18 Januari 2026.

Warga merasa diasingkan karena dari tahun ke tahun, meski sering menjadi korban pertama banjir, perhatian pemerintah daerah minim. Mereka melihat melalui media bahwa kunjungan dan bantuan lebih difokuskan ke desa lain di Kecamatan Patia, sehingga menimbulkan rasa tidak adil.

Warga mendesak Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Kadinsos Pandeglang, serta Pemprov Banten untuk segera meninjau langsung Kampung Koranji guna memverifikasi kondisi banjir dan memastikan distribusi bantuan merata. Mereka meminta keadilan dalam penanganan bencana, termasuk logistik sembako dan dukungan pemulihan.

Camat Kecamatan Patia belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan ini hingga rilis ini diterbitkan.

Bencana banjir ini telah memicu respons dari berbagai pihak, termasuk kunjungan Bupati Pandeglang ke beberapa lokasi terdampak seperti Patia pada 13 Januari 2026, serta bantuan dari BPBD, TNI, dan donatur. Namun, warga Kampung Koranji berharap perhatian lebih merata agar tidak ada wilayah yang terabaikan di tengah musim hujan yang masih berpotensi.

Warga Kecamatan Patia diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan sambil berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pandeglang untuk bantuan darurat.