Malaysia, Nusantara Media  – Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya rekaman video aksi penganiayaan brutal yang dilakukan oleh pasangan majikan terhadap seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

content_6a2cc4f4c2095.jpg

Video yang memperlihatkan tindakan kekerasan tersebut memicu kemarahan publik yang menuntut agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.

Video berdurasi singkat yang mulai viral sejak Senin (11/5/2026) tersebut menampilkan seorang pria berbaju biru sedang melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap seorang perempuan yang diduga bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) asal Indonesia.

- Advertisement -

Dalam rekaman tersebut, korban terlihat tidak berdaya saat menerima pukulan bertubi-tubi dari majikan pria, disaksikan oleh majikan wanita.

Berdasarkan narasi yang beredar luas di media sosial, insiden penganiayaan ini diduga dipicu oleh kemarahan majikan setelah melihat rekaman CCTV. Sang majikan mencurigai bahwa PRT tersebut telah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak mereka.

Tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh pasangan majikan tersebut menuai kecaman keras dari warganet. Meskipun terdapat dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh korban, publik menilai bahwa aksi pemukulan tersebut merupakan tindakan barbar yang tidak bisa dibenarkan.

"Salah tetap salah. Jika benar korban bersalah, biarkan pihak berkuasa yang bertindak. Bukan dengan cara barbar seperti ini!" tulis salah satu unggahan yang mewakili keresahan publik.

Masyarakat Indonesia kini mendesak pemerintah melalui instansi terkait untuk segera turun tangan memberikan perlindungan dan menuntut keadilan bagi sang pekerja migran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang mengenai detail identitas korban maupun status hukum pelaku di Malaysia.

Publik berharap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia segera melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan memberikan perlindungan hukum maksimal bagi warga negara Indonesia yang menjadi korban kekerasan tersebut.