Pandeglang , Nusantara media – Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.I.P., secara resmi menghadiri kegiatan Penutupan Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0601/Pandeglang. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 08.05 hingga 11.15 WIB, bertempat di Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 842/Badak Sakti, Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.


Kegiatan penutupan ini menjadi momentum penting atas terlaksananya program Karya Bakti TNI yang berorientasi pada percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antara TNI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat.


Acara tersebut dihadiri sekitar 500 orang dari unsur TNI, pemerintah daerah, Forkopimda Kabupaten Pandeglang, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur terkait. Bertindak selaku penanggung jawab kegiatan, Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Fajar Aulia Futra, S.I.P., yang memimpin pelaksanaan program Karya Bakti TNI Skala Besar TA 2026 di wilayah Kabupaten Pandeglang.

- Advertisement -
Advertisement


Turut hadir Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M.; Asrenum Panglima TNI Letjen TNI Candra Wijaya; Kaster TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi; serta sejumlah pejabat TNI lainnya. Hadir pula Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, S.Sos., M.M.; Gubernur Banten Andra Soni, S.H., M.AP.; Bupati Pandeglang Hj. Raden Dewi Setiani, S.Sos., M.A.; Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang H. TB. A. Khatibul Umam; Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pandeglang Fikri Pebriansyah, S.Sos.; Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono, S.H., S.I.K., M.H.; serta jajaran pejabat TNI-Polri dan pemerintah daerah lainnya.
Wakil Panglima TNI Tinjau KDKMP Sebelum Penutupan


Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Wakil Panglima TNI beserta rombongan menggunakan helikopter di helipad Lapangan Bola Kecamatan Cimanggu pada pukul 08.05 WIB. Kedatangan rombongan disambut oleh Danrem 064/Maulana Yusuf, Gubernur Banten, Dandim 0601/Pandeglang, serta unsur pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Panglima TNI juga melaksanakan foto bersama dengan siswa-siswi SDN Waringinkurung 3 dan SMPN 1 Cimanggu sebagai bagian dari penyambutan kunjungan kerja.


Selanjutnya, rombongan melaksanakan peninjauan ke sejumlah lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yakni di Desa Padasuka, Desa Kramatjaya, dan Desa Cibadak. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan dan kesiapan pelaksanaan program KDKMP sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.


Setelah menyelesaikan rangkaian peninjauan, rombongan tiba di Markas Yonif TP 842/Badak Sakti, Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, sekitar pukul 09.43 WIB.
Kedatangan Wakil Panglima TNI disambut melalui laporan komandan satuan, penerimaan jajar kehormatan, pengalungan selendang, penyambutan oleh Forkopimda Kabupaten Pandeglang, serta peninjauan stan hasil kegiatan Karya Bakti TNI yang menampilkan berbagai capaian pelaksanaan program di lapangan. Suasana penyambutan turut dimeriahkan dengan penampilan tarian tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap kunjungan pimpinan TNI.
Pembangunan Jalan 18 Kilometer, Bukti Nyata Kehadiran Negara


Memasuki acara inti, kegiatan penutupan dilaksanakan melalui pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta pemutaran video selayang pandang yang menggambarkan proses dan capaian pelaksanaan Karya Bakti TNI Skala Besar TA 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.I.P., menegaskan bahwa pembangunan yang dilaksanakan TNI merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar negara hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat.


Ia menjelaskan bahwa pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari program pembangunan nasional yang membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak.


Menurutnya, pelaksanaan pembangunan di wilayah tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan dapat muncul, mulai dari keterbatasan infrastruktur jalan, akses transportasi, ketersediaan jaringan listrik, hingga kendala distribusi material bangunan menuju lokasi pembangunan.
Wakil Panglima TNI mengungkapkan bahwa pengalaman melihat langsung kondisi masyarakat di Kecamatan Cimanggu menjadi salah satu hal yang mendorong perlunya penanganan terhadap kendala akses jalan, khususnya yang menghambat pembangunan KDKMP.


Saat melakukan kunjungan sebelumnya, ia memperoleh informasi dari Kepala Desa Cibadak, Oyok, mengenai sulitnya mencari pihak yang bersedia mengerjakan pembangunan jalan. Kondisi jalan yang rusak menyebabkan pengangkutan material menjadi lebih sulit dan mahal, bahkan biaya transportasi dapat melampaui harga material bangunan itu sendiri.


Berangkat dari kondisi tersebut, permasalahan yang ditemukan di lapangan kemudian disampaikan kepada pihak terkait agar segera mendapatkan penanganan.
“Pada prinsipnya, arahan Bapak Presiden sudah jelas, yaitu setiap permasalahan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat harus diselesaikan dan negara harus hadir untuk membantu,” demikian inti pesan Wakil Panglima TNI dalam sambutannya.


Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, setiap kendala di lapangan perlu diidentifikasi dan dicarikan solusi secara cepat, tepat, serta melibatkan seluruh unsur yang memiliki tanggung jawab terhadap pembangunan.
Alhamdulillah, melalui pelaksanaan Karya Bakti TNI Skala Besar TA 2026, pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 18 kilometer yang menghubungkan enam desa dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 122 hari.


Pembangunan tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jalan yang rusak.


Dengan tersedianya akses jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar, distribusi hasil pertanian dan barang kebutuhan pokok menjadi lebih mudah, serta akses menuju fasilitas pelayanan publik dapat dijangkau dengan lebih cepat.
Wakil Panglima TNI menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, Polri, serta unsur masyarakat. Seluruh pihak diharapkan terus menjaga semangat gotong royong agar pembangunan yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak berkelanjutan.
Infrastruktur Jalan Dukung Operasional KDKMP


Dalam sambutannya, Wakil Panglima TNI juga menyoroti keterkaitan antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurutnya, akses jalan yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan KDKMP, khususnya dalam memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok, mengurangi biaya transportasi, dan memastikan ketersediaan barang bagi masyarakat.
Di sepanjang jalur pembangunan jalan kurang lebih 18 kilometer tersebut terdapat sekitar enam lokasi KDKMP yang diharapkan dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.


Ia menyampaikan bahwa perbaikan akses jalan telah memberikan dampak terhadap biaya distribusi sejumlah barang kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh yang disampaikan dalam sambutannya, harga gas LPG ukuran 3 kilogram yang sebelumnya sekitar Rp35.000 disebut mengalami penurunan menjadi sekitar Rp28.000 setelah kondisi akses jalan membaik.

Baca Juga Anggota Kodim 0601/Pandeglang Melaksanakan Kegiatan Pembersihan Satuan untuk Menciptakan Lingkungan Kerja yang Bersih, Nyaman dan Profesional


Ke depan, diharapkan pengelolaan distribusi yang semakin baik dapat membantu menekan biaya dan membuat barang kebutuhan pokok lebih terjangkau. Dalam sambutannya, Wakil Panglima TNI juga menyampaikan harapan agar harga LPG 3 kilogram dapat mencapai Rp16.000, dengan tetap mengacu pada kebijakan pemerintah dan mekanisme distribusi yang berlaku.


Selain LPG bersubsidi, KDKMP diharapkan dapat mendukung ketersediaan beras SPHP dari Bulog, pupuk, serta kebutuhan masyarakat lainnya. Pengembangan koperasi juga diharapkan membuka akses yang lebih baik terhadap layanan ekonomi, termasuk fasilitas pembiayaan dengan persyaratan yang lebih ringan sesuai ketentuan.


Wakil Panglima TNI menjelaskan bahwa operasional KDKMP membutuhkan tata kelola yang baik, pengawasan yang berkelanjutan, serta pembagian tanggung jawab yang jelas antara pengelola dan pemerintah daerah. Hal tersebut diperlukan agar distribusi barang berjalan tertib dan manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara merata.


Ia berharap seluruh pihak terus berkoordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan teknis maupun tata kelola sehingga KDKMP tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga mampu beroperasi secara optimal dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian desa.
Perjalanan Lebih Cepat, Masyarakat Diminta Menjaga Jalan
Selain mendukung distribusi barang, pembangunan jalan juga membawa perubahan terhadap waktu tempuh perjalanan masyarakat.


Wakil Panglima TNI menyampaikan bahwa perjalanan yang sebelumnya dapat memakan waktu sekitar dua jam akibat kondisi jalan yang kurang memadai kini berpotensi ditempuh dalam waktu sekitar 20 hingga 25 menit apabila perjalanan dilakukan secara langsung tanpa berhenti.
Perubahan tersebut diharapkan mampu mempermudah aktivitas masyarakat, mempercepat mobilitas antardesa, serta meningkatkan efisiensi transportasi untuk berbagai kepentingan, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan setelah jalan menjadi lebih baik.


Kondisi jalan yang lebih halus memungkinkan kendaraan melaju lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat jalan yang telah dibangun agar kualitasnya tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemeliharaan infrastruktur, menurutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau TNI, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat sebagai pengguna jalan.
“Jalan yang sudah bagus ini harus dirawat dan dipelihara bersama. Tetap berhati-hati saat berkendara karena kondisi jalan yang lebih halus dapat membuat kendaraan melaju lebih cepat,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan kepada masyarakat.


Wakil Panglima TNI berharap pembangunan yang telah dilaksanakan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pandeglang, khususnya di Kecamatan Cimanggu dan desa-desa yang terhubung melalui jalur tersebut.
Ia juga mengajak seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan serta mendukung program pembangunan nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan pembangunan.


Penyerahan Hasil Karya Bakti dan Bantuan Sosial
Sebagai bagian dari rangkaian acara inti, dilaksanakan penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST) hasil Karya Bakti TNI dari Dandim 0601/Pandeglang kepada Bupati Pandeglang. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari pertanggungjawaban atas hasil pekerjaan sekaligus penanda bahwa pembangunan yang telah dilaksanakan diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi dalam mendukung pembangunan wilayah.
Pada pukul 10.45 WIB, Wakil Panglima TNI beserta rombongan meninjau tenda bantuan sosial dan melaksanakan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga sekaligus melengkapi rangkaian pelaksanaan Karya Bakti TNI yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek sosial kemasyarakatan.


Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan meninggalkan Markas Yonif TP 842/Badak Sakti menuju helipad di Lapangan Bola Kampung Rancecet, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu.
Pada pukul 11.15 WIB, Wakil Panglima TNI beserta rombongan bertolak menuju Bandara Halim menggunakan helikopter.


Dandim 0601/Pandeglang Tegaskan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat
Penutupan Karya Bakti TNI Skala Besar TA 2026 menjadi momentum bagi Kodim 0601/Pandeglang untuk menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pembangunan wilayah melalui kerja nyata yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Di bawah kepemimpinan Letkol Inf Fajar Aulia Futra, S.I.P., Kodim 0601/Pandeglang melaksanakan peran pembinaan teritorial dengan mengedepankan semangat gotong royong, kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta koordinasi lintas sektor dalam mendukung program pembangunan.
Penyelesaian pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 18 kilometer yang menghubungkan enam desa menjadi salah satu hasil nyata pelaksanaan Karya Bakti TNI di wilayah Kabupaten Pandeglang. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuka akses yang sebelumnya terbatas, memperlancar aktivitas warga, serta menunjang pengembangan KDKMP sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat.


Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran. Kolaborasi tersebut juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan di wilayah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat hingga pemeliharaan hasil pembangunan.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0601/Pandeglang berharap hasil Karya Bakti TNI dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan daerah.


Kegiatan Penutupan Karya Bakti TNI Skala Besar TA 2026 berlangsung dengan tertib dan lancar. Keberhasilan pelaksanaan program ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk terus melanjutkan semangat pengabdian, gotong royong, dan kerja sama dalam membangun Kabupaten Pandeglang yang semakin maju dan sejahtera.