Yuki Tsunoda akhirnya merasakan bagaimana menggeber mobil Formula 1 generasi baru 2026. Momen itu datang lebih cepat dari perkiraannya, saat ia dipanggil kembali ke grid untuk mengisi kursi Racing Bulls di Grand Prix Belanda akhir pekan ini.

Kepulangan Tsunoda terjadi setelah Red Bull kehilangan Isack Hadjar karena cedera. Liam Lawson naik ke tim utama, dan Racing Bulls memanggil Tsunoda yang sudah lima tahun malang melintang di F1. Ia langsung tancap gas, meski baru tampil di sesi sprint qualifying dan finis di posisi ke-12, hanya selangkah lagi dari sepuluh besar.

Yang menarik, Tsunoda mengaku mobil 2026 ini benar-benar berbeda dari pendahulunya yang ia sebut sebagai salah satu yang tercepat dalam sejarah. "Saya ingat, ini masih tahap awal, jadi mungkin belum adil untuk menilai. Tapi banyak pembalap yang kesulitan dengan keseimbangan, performa rem, dan downforce yang jauh berkurang dibanding tahun lalu," ujarnya.

- Advertisement -
Advertisement

Di sirkuit tradisional seperti Zandvoort yang minim area run-off, adaptasi harus dilakukan bertahap. "Saya sangat menikmati proses ini. Tujuan utama saya adalah kualifikasi besok. Sejauh ini, saya bisa membangun ritme dengan baik dari sesi ke sesi," tambah pembalap asal Jepang itu.

Baca Juga Verstappen Perpanjang Kontrak Red Bull hingga 2030, Kekayaan Bersihnya Terungkap

Meski begitu, Tsunoda tidak menutup mata ada pekerjaan rumah yang menumpuk. "Biasanya kami meningkat sepanjang kualifikasi, tapi kami tidak membuat langkah yang sama seperti yang lain di SQ1. Kami akan pelajari. Banyak yang harus dipelajari hari ini, tapi jujur saya merasa cukup nyaman di dalam mobil," katanya.

Kembalinya Tsunoda juga menjadi sorotan karena ia sempat kehilangan kursi Red Bull di akhir musim lalu. Kini, ia membuktikan bahwa pengalamannya masih berharga di tengah era baru regulasi teknis yang menuntut adaptasi cepat. Akankah ia mampu bersinar di kualifikasi dan balapan utama? Kita tunggu aksinya.