Dunia reli Italia berduka setelah sebuah kecelakaan fatal menimpa pereli Bartarelli pada hari kedua ajang Rally Citta di Scandicci e Colli Fiorentini. Peristiwa nahas yang terjadi pada etape khusus kedua tersebut memaksa penyelenggara untuk menghentikan seluruh rangkaian kompetisi demi menghormati korban serta melakukan investigasi awal yang mendalam mengenai penyebab insiden maut ini.

Berdasarkan laporan awal yang dirilis dari lokasi kejadian, kendaraan Citroen C3 Rally2 dengan nomor peserta satu yang dikemudikan oleh pereli asal Montespertoli tersebut menghantam sebuah pohon dengan benturan yang sangat keras. Kecelakaan parah ini tidak hanya merenggut nyawa sang pengemudi, tetapi juga mengakibatkan navigator setianya, Massimo Bazzani, mengalami luka-luka serius yang memerlukan penanganan medis darurat secepat mungkin di fasilitas kesehatan terdekat.

Meskipun menderita beberapa patah tulang akibat hantaman hebat tersebut, pereli pendamping asal Florence yang memiliki jam terbang tinggi ini dilaporkan tetap sadar sepanjang proses evakuasi hingga mendapatkan pertolongan pertama. Penyelidikan lanjutan terkait insiden tragis ini masih terus dilakukan oleh pihak berwenang guna mengungkap faktor-faktor teknis maupun non-teknis yang memicu hilangnya kendali pada mobil reli kelas atas tersebut di lintasan.

- Advertisement -
Advertisement

Sosok pereli yang akrab disapa dengan julukan Bartan Block di kalangan komunitas motorsport ini memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan kejuaraan tersebut karena menganggap ajang Scandicci sebagai reli kandangnya sendiri. Pihak penyelenggara secara khusus memberikan nomor start nomor satu kepada sang pereli sebagai bentuk penghormatan atas akar lokal dan dedikasinya yang luar biasa terhadap dunia olahraga otomotif regional.

Baca Juga Pakar Global Berkumpul di Spanyol Kupas Tuntas Solusi Keselamatan Berkendara Motor

Sebelum insiden memilukan ini terjadi, pereli yang mewakili tim Scuderia MotorZone tersebut baru saja kembali mengemudikan mobil spesifikasi Rally2 menggunakan armada PRT Citroen C3 Rally2 setelah sebelumnya sempat mengandalkan Renault Clio Rally3. Program kompetisi mereka pada akhir musim ini dirancang cukup padat, meliputi partisipasi dalam ajang Ronde Halloween, reli Scandicci, serta agenda penutup di Rally della Fettunta.

Hanya berselang satu pekan sebelum kecelakaan maut yang merenggut nyawanya, pasangan pereli dan navigator ini baru saja menuntaskan reli Ronde Halloween di San Marino dengan finis di posisi ke-11 secara keseluruhan. Kepergian sang pereli meninggalkan duka mendalam bagi rekan sesama pereli, tim, serta komunitas reli yang mengenalnya sebagai sosok kompetitif dan berdedikasi tinggi terhadap dunia balap mobil.