Sebuah video di balik layar MotoGP baru-baru ini mengungkap adanya pertukaran kata yang cukup tegang antara Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Ketegangan ini dipicu oleh insiden kontroversial yang melibatkan Marquez dengan pebalap Aprilia, Marco Bezzecchi, pada balapan sprint Grand Prix Qatar di Sirkuit Losail.
Konteks perebutan gelar juara dunia semakin memanas karena Marco Bezzecchi wajib menghentikan Marquez agar tidak memperlebar jarak delapan poin sepanjang akhir pekan di Qatar demi menjaga asa tipisnya tetap hidup hingga seri Portugal. Namun, ambisi tersebut mendapat pukulan telak pada hari Sabtu ketika keduanya bersenggolan pada lap keempat di Tikungan 1 dalam insiden yang langsung memicu perdebatan sengit di paddock.
Akibat kontak keras tersebut, Bezzecchi harus tergelincir dan gagal melanjutkan balapan, sementara Marquez melenggang mulus untuk meraih kemenangan sekaligus mengamankan peluang match point perebutan gelar juara dunia pertamanya. Selepas balapan, Bezzecchi memberikan ulasan yang cukup hati-hati saat berbicara kepada stasiun televisi TNT mengenai insiden yang menimpahnya di tikungan krusial tersebut.
"Anda sudah melihat sendiri gambar-gambar rekamannya," ungkap Bezzecchi kepada media setelah sesi balapan berakhir. Ia menambahkan bahwa dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan jalurnya, namun kontak fisik tidak bisa dihindarkan sehingga ia tidak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan motornya dari terjatuh.
Suasana paddock semakin memanas ketika rekaman video resmi MotoGP memperlihatkan Fabio Di Giannantonio mendatangi Marc Marquez secara langsung untuk melayangkan protes keras atas manuver berbahaya tersebut. Pebalap asal Italia yang bernaung di bawah panji VR46 Ducati itu dengan tegas mengatakan kepada Marquez agar lebih jeli melihat posisi pebalap lain sebelum menutup jalur balap.
"Kawan, kamu harus melihat dulu sebelum menutup jalur seperti itu. Dia berada di sisi dalam," ucap Di Giannantonio kepada juara dunia delapan kali tersebut dalam rekaman video eksklusif di balik layar paddock MotoGP.
Baca Juga Insiden Mandalika: Marco Bezzecchi Sebut Raul Fernandez Tak Perlu MarahMenanggapi protes terbuka tersebut, Marquez tidak tinggal diam dan mempertahankan argumen bahwa dirinya tidak melakukan tindakan yang melanggar prosedur balapan standar. Pebalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa manuver yang ia ambil adalah racing line normal yang selalu ia gunakan pada setiap putaran sejak awal sesi.
"Saya tidak melakukan hal yang tidak biasa. Saya mengambil jalur itu di setiap putaran," balas Marquez dengan nada tenang namun tegas menanggapi kritik pedas dari sesama pebalap Ducati tersebut di area parc ferme.
Perdebatan kecil itu sempat menarik perhatian pebalap lain, di mana Jorge Martin tampak mencoba memberikan pembelaan kepada Marquez saat Di Giannantonio mempermasalahkan arah pandang di tikungan. Hubungan antara Di Giannantonio dan Marquez sendiri memang sudah dikenal cukup tegang menyusul insiden senggolan sebelumnya di Grand Prix Amerika Serikat pada awal musim ini.
Keterlibatan Di Giannantonio yang merupakan pebalap dari tim milik legenda hidup Valentino Rossi serta jebolan akademi VR46 jelas menunjukkan sikap independen di tengah dinamika pabrikan Borgo Panigale. Komentar tajam sang pebalap Italia juga mengindikasikan kecilnya kemungkinan bagi dirinya untuk membantu misi perebutan gelar Marquez seandainya petinggi Ducati berniat menerapkan team orders di sisa seri musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!