Pemandangan menarik tersaji di paddock Formula 1 menyusul Grand Prix Meksiko, di mana dinamika internal di kubu Maranello menjadi sorotan utama. Pertarungan sengit antara Charles Leclerc dan Lewis Hamilton pada putaran pembukaan di Autodromo Hermanos Rodriguez langsung memicu perbincangan hangat di antara para pengamat dan tokoh penting balap.

Insiden tersebut membuat sang juara dunia tujuh kali asal Inggris melontarkan komentar tajam bahwa tim asal Italia itu memiliki masalah besar yang harus segera diselesaikan. Ia bahkan menyerukan adanya diskusi mendalam di internal tim untuk meluruskan jalannya kerja sama di lintasan balap yang semakin memanas dari pekan ke pekan.

Dalam sesi hari media jelang akhir pekan berikutnya, peraih banyak gelar juara dunia itu menambahkan bahwa pembicaraan formal tersebut sempat tertunda karena rekan setimnya baru saja dikaruniai buah hati. Selain itu, pimpinan tim Frederic Vasseur juga harus terbang kembali ke daratan Eropa sebelum kembali berkumpul di Sao Paulo.

- Advertisement -
Advertisement

Namun, sang prinsipal tim akhirnya memberikan klarifikasi dalam konferensi pers resmi bahwa diskusi internal krusial tersebut telah sukses digelar pada Kamis malam waktu setempat. Vasseur mau tidak mau harus menghadapi hujan pertanyaan dari para jurnalis yang hadir di ruang media terkait friksi yang melibatkan dua pembalap bintangnya.

Melihat situasi pelik yang dihadapi oleh koleganya, Toto Wolff selaku pimpinan tim Mercedes merasa perlu mengambil mikrofon untuk memberikan dukungan moral. Pria asal Austria tersebut secara terbuka mengakui bahwa situasi yang sedang dialami oleh kubu Kuda Jingkrak mengingatkannya pada masa lalu ketika ia mengawal rivalitas sengit antara Hamilton dan Nico Rosberg.

"Fred tidak butuh nasihat apa pun dari saya, tapi ini seperti sebuah deja vu," ungkap Wolff di hadapan para awak media yang meliput jalannya akhir pekan balapan Formula 1.

Baca Juga FIA Ambil Langkah Tegas Cegah Perang Pengembangan Velg F1 2027

Lebih lanjut, ia mengenang betapa melelahkannya harus menjawab pertanyaan serupa selama bertahun-tahun ketika menangani dua pembalap yang sama-sama ingin mendominasi. "Kalian menanyakan pertanyaan persis yang sama kepada saya selama bertahun-tahun? 2013, 2014, 2015, dan 2016. Begitu seterusnya, dan kemudian Nico memutuskan pensiun. Empat tahun, situasinya persis sama."

Kendati demikian, harus diakui bahwa tensi yang dihadapi oleh Wolff pada masa lalu jauh lebih berat karena kedua pembalapnya memperebutkan gelar juara dunia secara langsung. Sementara itu, Vasseur cukup beruntung karena insiden di Meksiko tidak sampai berujung pada tabrakan fisik, melainkan hanya merusak potensi finis satu-dua bagi tim.

"Terkadang ketika Anda menempatkan dua pembalap kuat di sana, yang terbaik memiliki ketajaman dan mereka ingin menang," pungkas Wolff menjelaskan dinamika internal tim papan atas.

Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di paddock Formula 1
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, Ferrari. Photo by: Yuri Cortez / AFP via Getty Images