Akhir pekan Formula 1 di Sao Paulo langsung diwarnai oleh dinamika teknis yang ketat di garasi Red Bull. Max Verstappen menutup sesi latihan bebas pertama di posisi ketiga, terpaut lebih dari dua sepersepuluh detik dari pembalap tercepat Lando Norris yang mengandalkan komponen sayap depan baru pada mobil McLaren.

Meskipun kecepatan awal menunjukkan potensi yang menjanjikan, Verstappen tidak sepenuhnya puas dengan keseimbangan RB22 pada Jumat sore. Melalui radi tim, keluhan klasik yang sering dilontarkan sang juara dunia empat kali kembali terdengar, yakni mengenai ketidaksempurnaan saat melakukan penurunan gigi atau downshift yang dinilainya mengganggu stabilitas bagian belakang mobil.

"Tidak bisa diterima. Tidak bisa diterima, penurunan gigi ini," keluh Verstappen kepada insinyur balap Tom Hart selama sesi latihan pembuka. Hart kembali menggantikan Gianpiero Lambiase akhir pekan ini saat keduanya terus mengembangkan hubungan kerja mereka untuk masa depan.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi pesan radio yang sering dianggap sebagai bentuk protes keras, pembalap asal Belanda itu menjelaskan bahwa komunikasi tersebut murni didorong oleh sifat perfeksionisnya. Tujuannya adalah memastikan skuad berbasis di Milton Keynes itu tetap waspada dan fokus pada detail terkecil yang sangat krusial dalam sebuah akhir pekan balapan.

"Mengenai perpindahan gigi atau apapun yang Anda dengar saya keluhkan, itu hanya karena saya tidak pernah puas, karena saya pikir hal-hal tertentu selalu bisa lebih baik," jelas Verstappen. "Saya selalu mencoba untuk menyempurnakan atau menemukan perbaikan. Jadi, jika Anda mendengarnya sebagai keluhan atau apa pun, itu lebih bagi saya untuk memastikan bahwa tim selalu melihat ke dalam detail untuk mencoba dan menemukan lebih banyak waktu putaran karena saya tahu ada lebih banyak waktu putaran di dalamnya."

Baca Juga Bernie Collins Ungkap Krisis Kepercayaan Antara Lewis Hamilton dan Ferrari

Sensasi saat melakukan downshift bukan sekadar masalah mekanis perpindahan gigi, tetapi juga menyangkut destabilisasi mobil yang ditimbulkannya, terutama pada bagian belakang saat fase pengereman. Hal ini berkaitan erat dengan kepercayaan diri pengemudi terhadap traksi mobil, yang secara langsung berdampak pada perolehan catatan waktu di atas lintasan.

Selain masalah girboks, Verstappen juga mengeluhkan kemudi yang terasa sangat berat di Interlagos, yang mengindikasikan adanya kendala pada sistem power steering. Tim Red Bull mengonfirmasi bahwa anomali tersebut juga terlihat jelas pada data telemetri, memaksa sang juara bertahan melontarkan candaan ringan saat berada di jalur pit.

Max Verstappen Red Bull Racing
Max Verstappen, Red Bull Racing - Photo by: Steven Tee / LAT Images via Getty Images