Kimi Antonelli kembali menjadi sorotan setelah meraih kemenangan dominan di Grand Prix Italia. Performa impresif di hadapan publik sendiri itu membuat Toto Wolff angkat bicara. Bos Mercedes itu bahkan tak ragu menyebut anak didiknya sebagai 'agen AI' yang terus belajar dan menjadi lebih baik di setiap seri.
Antonelli, yang kini berusia 20 tahun, sedang menjalani musim keduanya di Formula 1. Ia dipromosikan cepat sebagai pengganti Lewis Hamilton yang hengkang dari Mercedes pada akhir 2024. Keputusan tersebut sempat dipertanyakan banyak pihak, terutama setelah musim debutnya yang naik-turun.
Namun, musim 2026 menjadi titik balik. Setelah jeda musim dingin dan dimulainya era regulasi baru, Mercedes kembali menjadi penantang gelar. Antonelli pun tampil konsisten di depan, bahkan kini memimpin klasemen dengan keunggulan 66 poin atas rekan setimnya, George Russell. Wolff mengaku terkejut dengan lompatan performa tersebut.
“Dia keluar setelah musim dingin dengan cara yang tidak pernah dilihat siapa pun,” ujar Wolff. “Kemampuannya memproses tahun lalu sungguh luar biasa. Dia menghadapi tekanan media, perhatian publik, dan semua itu seperti tersimpan dan terproses dengan baik. Hasilnya terlihat sekarang. Tetapi tetap mengejutkan dan luar biasa melihat seberapa cepat dia berkembang. Bagiku, dia seperti agen AI yang terus meningkatkan diri dan belajar sendiri. Kecepatan belajarnya luar biasa,” tambahnya.
Musim lalu, Antonelli sempat mengalami periode sulit. Ia tercatat tidak mencetak poin dalam sembilan balapan beruntun, termasuk performa buruk di Spa yang membuatnya frustrasi. Titik balik justru datang di Monza, di mana Wolff untuk pertama kalinya menegurnya dengan keras. “Di Monza aku bilang, 'dengar, kamu harus bangun'. Tapi aku tidak pernah meragukannya. Karena itulah kami memberinya kesempatan,” jelas Wolff.
Baca Juga Rekap Head-to-Head Kualifikasi F1 GP Belanda 2026Kemenangan di Monza akhir pekan lalu menjadi bukti nyata perkembangan Antonelli. Ia tampil agresif namun terkendali, dan sukses mengendalikan balapan dari awal hingga akhir. Publik Italia pun menyambutnya dengan euforia, seolah menyambut pahlawan baru di tanah kelahirannya.
Wolff juga menyoroti faktor usia sebagai keuntungan besar. “Usianya jelas menguntungkan. Kemampuan kognitif dan intelektualnya untuk terus menjadi lebih baik itu nyata,” katanya. Dengan performa segemilang ini, pertanyaan kini beralih: apakah Antonelli mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim dan mengunci gelar juara dunianya yang pertama? Semua mata akan tertuju padanya di seri-seri berikutnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!