MotoGP, Nusantara Media - Rookie Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mengungkapkan bahwa legenda MotoGP Andrea Dovizioso membantunya memahami teknik pengereman di atas Yamaha M1. Namun, pembalap Turki itu mengakui proses adaptasi tersebut masih menjadi tantangan besar pada akhir pekan debutnya di MotoGP Thailand 2026, Buriram.
Tiga kali juara dunia World Superbike itu menjalani akhir pekan balap MotoGP pertamanya setelah transisi dari kategori produksi. Pada Practice Jumat, ia mencatatkan selisih 1,839 detik dari pembalap tercepat dan menjadi yang paling lambat di antara pengguna M1. Perbedaan karakter motor serta penggunaan ban Michelin disebut sebagai faktor utama kesulitan awalnya.
Salah satu area krusial yang masih menjadi fokus adalah fase masuk tikungan. Gaya agresif Razgatlioglu yang efektif di WorldSBK belum sepenuhnya cocok dengan karakteristik MotoGP, terutama dalam kontrol engine braking dan stabilitas roda belakang saat deselerasi keras.
“Saya fokus pada engine braking,” ujar Razgatlioglu di Buriram.
“Pada fase awal pengereman, saya cenderung terlalu agresif dan akhirnya roda terkunci.”
Ia menjelaskan bahwa ketika kehilangan stabilitas di belakang, keseimbangan motor menjadi sulit dikontrol dan memengaruhi seluruh fase masuk tikungan.
“Karena itu kami perlu menemukan keseimbangan yang lebih baik, sebab saya kemudian kehilangan grip belakang dan semuanya menjadi sangat sulit.”
Razgatlioglu menyebut Dovizioso, yang berperan sebagai pembalap penguji Yamaha dan memiliki 15 kemenangan MotoGP, aktif memberinya arahan teknis mengenai pendekatan pengereman yang lebih halus dan progresif.
“Dovizioso menjelaskan kepada saya bagaimana cara mengerem, dan saya memahami instruksinya.”
“Masalahnya adalah ketika mencoba menerapkannya di lintasan, semuanya menjadi sulit, terutama ketika saya harus mengikuti pembalap lain, karena saya cenderung kembali agresif dan melakukan kesalahan.”
Ia mengakui adanya sedikit kemajuan pada hari pertama, tetapi masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan adaptasi tersebut.
“Hari ini saya berhasil membuat sedikit peningkatan, tetapi kita lihat besok.”
Selain teknik pengereman, adaptasi terhadap ban Michelin juga menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dengan karakter ban di WorldSBK, MotoGP menuntut pendekatan yang lebih presisi dalam distribusi beban dan kontrol input awal.
“Jika saya mencoba agresif, ban belakang terkunci dan saya melebar dari racing line,” jelasnya.
“Saya terbiasa agresif dalam berkendara, terutama pada fase awal pengereman, tetapi sekarang saya mencoba beradaptasi tanpa harus mengubah gaya saya terlalu banyak.”
“Saya akan mencoba sesuatu akhir pekan ini, sambil menyadari bahwa saya masih membutuhkan waktu.”
Dengan sesi kualifikasi dan Sprint Race akan digelar Sabtu, proses pembelajaran Razgatlioglu di MotoGP masih berada pada tahap awal. Adaptasi terhadap pengereman dan karakter ban menjadi kunci utama bagi pembalap Turki tersebut untuk memperkecil jarak dengan barisan tengah pada putaran pembuka musim 2026 di Thailand.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!