Aksi panggung terakhir yang meriah di Sirkuit Hockenheimring menandai akhir sebuah era bagi Tom Eder di ajang balap motor level nasional. Setelah melalui malam perayaan yang menjadi ciri khas kebersamaan skuad mereka di paddock, sang pemilik tim asal Jerman tersebut langsung membereskan seluruh perlengkapannya. Keputusan bulat telah diambil untuk menutup permanen skuad balap yang selama ini berlaga di kejuaraan balap motor terkemuka Jerman, yang kini kembali menggunakan nama IDM. Meski dirinya masih akan terlihat di paddock dalam kapasitas lain seperti keterlibatannya di kelas sespan atau sidecar, langkah drastis ini menghentikan operasional penuh tim Supersport yang telah ia bangun dengan penuh keringat dan dedikasi selama bertahun-tahun.
Perjalanan skuad balap milik pengusaha asal Bavaria ini bermula pada tahun 2021, ketika ia pertama kali mendirikan tim dan langsung menurunkan pembalap asal Austria, Thomas Gradinger, untuk bersaing di kelas IDM Supersport. Seiring berjalannya waktu, Eder yang kini berusia 41 tahun juga sempat turun langsung menguji ketangguhannya di atas lintasan. Namun, tekanan waktu dan tuntutan profesional di luar balap membuat situasinya semakin rumit. Ia mengaku bahwa dirinya sudah tidak mampu lagi membagi fokus secara adil di tengah kesibukan mengurus perusahaan pribadi, penyelenggaraan trackdays, serta komitmen penuh di ajang balap sepanjang musim ini.
Beban finansial yang membengkak menjadi faktor penentu utama di balik keputusan berat tersebut. Menurut pengakuannya, membiayai operasional tim balap profesional tanpa dukungan sponsor berskala besar adalah hal yang sangat berat dan menguras sumber daya finansial secara masif. Kendati demikian, ia menegaskan tidak pernah menyesali setiap keputusan yang diambil di masa lalu. Kenangan indah bersama para pembalap andalannya, mulai dari Thomas Gradinger hingga Philipp Steinmayr, serta seluruh investasi perlengkapan mulai dari truk trailer, fasilitas pit, hingga ruang dyno, tetap menjadi bagian dari sejarah membanggakan bagi perjalanan hidupnya di dunia balap.
Kisah pendirian tim ini sendiri berawal dari sebuah ketidaksengajaan yang dipicu oleh rasa penasaran dan semangat kompetitif yang tinggi. Sempat mencoba peruntungan di Yamaha R6 Cup pada musim 2014 dan 2015 sebelum akhirnya fokus mengembangkan bisnis, ia kembali ke lintasan pada tahun 2021 untuk mendampingi Thomas Gradinger dalam sebuah penampilan wildcard. Sebuah insiden kecil terkait regulasi pengisian bahan bakar di grid start sempat memicu kehebohan, yang justru membakar semangat juangnya untuk membuktikan kapasitas tim dengan membeli truk besar dan merekrut mekanik profesional secara mandiri.
Baca Juga Grove Racing Waspadai Perebutan Poin Tim di Sisa Musim SupercarsDi balik keputusan penutupan ini, faktor emosional yang mendalam turut memainkan peran besar setelah kepergian tragis rekan sekaligus sahabat dekatnya, Philipp Steinmayr. Meskipun ia sempat memperpanjang komitmen satu musim lagi bersama para pembalap seperti kakak-beradik Feigl, keputusan final akhirnya dikomunikasikan kepada seluruh anggota tim di Assen. Bagi Eder, atmosfer kekeluargaan yang erat di dalam paddock tentu akan sangat dirindukan, namun sudah saatnya ia melangkah ke babak baru kehidupan di luar manajemen tim balap penuh.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!