Menjelang Grand Prix Malaysia akhir pekan ini, tensi persaingan di kejuaraan dunia MotoGP semakin memanas dengan keunggulan tipis yang dipegang oleh Marc Marquez. Di tengah situasi krusial ini, wacana mengenai penerapan perintah tim di kubu pabrikan Borgo Panigale mendadak menjadi perbincangan hangat di paddock. Namun, bertentangan dengan ekspektasi banyak pihak yang menginginkan aliansi penuh untuk mengamankan gelar kedelapan sang pembalap Spanyol, para rider Ducati justru secara tegas menyatakan sikap menolak gagasan tersebut dan memilih fokus pada kepentingan individu serta tim masing-masing.

Situasi klasemen saat ini menempatkan Marquez di posisi yang sangat diuntungkan dengan keunggulan 10 poin atas rival terdekatnya, Jorge Martin, yang harus membalap dalam kondisi menahan cedera pergelangan tangan akibat insiden kecelakaan pada balapan Sprint di Phillip Island pekan lalu. Di sisi lain, pembalap Aprilia Racing, Raul Fernandez, menyatakan sikap serupa terkait persaingan gelar dengan alasan fokus penuh pada pemulihan cedera dua jarinya yang ia dapatkan di Indonesia, sehingga ia sama sekali tidak memikirkan drama perebutan mahkota juara dunia musim ini.

Sikap paling tegas datang dari dalam garasi Ducati sendiri, di mana para pembalap andalannya secara terbuka menolak adanya instruksi dari manajemen untuk mengorbankan hasil demi kepentingan satu pembalap saja. Fabio Di Giannantonio, pembalap dari skuad VR46 Racing Team, dengan blak-blakan menegaskan bahwa prioritas utamanya tetaplah hasil maksimal bagi karier pribadinya dan tim yang ia bela di lintasan balap.

- Advertisement -
Advertisement

Saya tentu saja memikirkan kejuaraan saya sendiri, ujar Fabio Di Giannantonio seperti dilaporkan oleh GPOne. Saya ingin mencoba mendapatkan hasil maksimal dari musim ini. Pada akhirnya, saya mengenakan warna kuning dan melakukan yang terbaik untuk kepentingan saya serta tim saya, berusaha membawa pulang hasil terbaik yang bisa diraih, baik untuk karier saya maupun untuk tim.

Lebih lanjut, pembalap asal Italia tersebut menegaskan bahwa target terdekatnya saat ini adalah mengamankan posisi keempat di klasemen akhir, meski ia tidak menutup kemungkinan untuk memburu posisi ketiga meskipun menyadari hal tersebut bukan tugas yang mudah. Ia tahu mengalahkan Marco Bezzecchi di sisa balapan sangatlah sulit, namun mereka tetap berjuang untuk mendapatkan hasil maksimal di setiap seri balapan.

Baca Juga Vietti Pindah ke CFMOTO Aspar untuk Moto2 2027

Penolakan serupa juga dilontarkan oleh rekan setim Marquez di skuad pabrikan, yang musim depan akan hengkang ke Aprilia untuk bertandem dengan Marco Bezzecchi. Pembalap utama Ducati Lenovo Team tersebut menegaskan bahwa dalam sejarah perebutan gelar juaranya, ia tidak pernah mendapatkan keistimewaan berupa instruksi tim dari pabrikan asal Bologna tersebut.

Secara jujur, saya tidak pernah menerimanya dan saya tidak pernah memintanya, tegas sang pembalap andalan Ducati. Ketika saya berjuang untuk gelar juara, hal itu sama sekali tidak diharapkan dan oleh karena itu saya percaya bahwa para pembalap harus dibebaskan untuk berlomba demi diri mereka sendiri di atas lintasan.

Ia menambahkan bahwa meskipun seorang pembalap harus bersikap sportif ketika berhadapan langsung dengan rekan setim yang sedang memburu gelar, naluri kompetitif untuk meraih kemenangan tetap tidak boleh diredam demi ambisi pihak lain. Jelas sekali, jika rekan setim Anda sedang berjuang untuk gelar juara, Anda harus mencoba menyusulnya dengan cara terbaik, tetapi jika Anda memiliki kesempatan untuk menang, maka Anda harus memenangkan balapan tersebut.