Cilegon,  Nusantara Media — Operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan terhadap korban hilang akibat terseret arus laut akhirnya membuahkan hasil. Korban atas nama Hendri Wibowo (27) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 27 Juli 2026.

Insiden tragis ini sebelumnya dilaporkan terjadi di Perairan Merak, tepatnya di area belakang PT Krakatau Steel, yang masuk wilayah Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

​Memasuki hari kedua pelaksanaan operasi SAR, Tim SAR Gabungan bergerak cepat sejak pagi hari dengan menggelar briefing koordinasi taktis.

- Advertisement -

Dalam upaya memaksimalkan pencarian, komando lapangan membagi seluruh personel terlatih ke dalam tiga satuan tugas khusus yang disebut dengan Search and Rescue Unit (SRU).

Pembagian tugas ini dirancang agar penyisiran dapat mencakup berbagai lini secara efektif, baik di atas air, sepanjang garis pantai, maupun dari udara.

​SRU I ditugaskan untuk melakukan penyisiran visual di atas permukaan air laut. Tim ini menggunakan armada Rubber Boat (perahu karet) milik Basarnas dengan menerapkan pola pencarian paralel (parallel search pattern) mencakup luas area pencarian hingga 1 nautical mile persegi.

Sementara itu, SRU II berfokus melakukan penyisiran darat di sepanjang pesisir garis pantai. Tim ini menyisir area sejauh 1 kilometer ke arah utara dan 1 kilometer ke arah timur dari titik awal korban dilaporkan hilang atau Last Known Position (LKP).

​Tidak hanya mengandalkan pencarian manual di permukaan air dan darat, unsur teknologi modern juga dikerahkan melalui SRU III.

Tim ini melaksanakan pencarian dari udara menggunakan unit drone thermal (pesawat tanpa awak berteknologi pencitraan panas) dengan radius jangkauan pencarian sejauh 1 kilometer dari LKP guna mendeteksi keberadaan korban secara lebih akurat.

​Berkat sinergi yang solid dan strategi pencarian terpadu dari berbagai lini tersebut, upaya keras Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil pada pukul 13.36 WIB. Korban berhasil ditemukan pada titik koordinat 5°59'18.0"S 105°59'01.4"E,

yang berjarak kurang lebih hanya 10 meter dari lokasi awal korban dilaporkan terseret arus.

​Setelah berhasil diangkat dari lokasi penemuan, proses evakuasi segera dilanjutkan menggunakan kendaraan Rescue Car milik tim penyelamat. Jenazah korban dibawa menuju RSUD Panggung Rawi untuk menjalani prosedur lanjutan sebelum akhirnya secara resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga duka.

​Komandan Tim Rescue Basarnas Banten, Suwarsito, memberikan keterangan resmi terkait jalannya operasi penyelamatan ini.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penemuan korban merupakan buah dari kerja sama dan koordinasi yang apik dari seluruh unsur SAR gabungan yang telah mengerahkan tenaga sejak hari pertama laporan diterima.

​"Korban berhasil ditemukan pada hari kedua operasi SAR dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Setelah proses evakuasi selesai, korban langsung dibawa ke RSUD Panggung Rawi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja secara maksimal sehingga operasi pencarian dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujar Suwarsito, Dantim Basarnas Banten.
 

Dengan telah ditemukannya korban serta selesainya seluruh proses evakuasi dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, operasi SAR gabungan ini resmi diusulkan untuk ditutup.

Seluruh unsur satuan dan instansi yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut kini dikembalikan ke kesatuan masing-masing, disertai apresiasi tinggi atas dedikasi dan sinergi yang terjalin selama masa operasi berlangsung.