Pandeglang, Nusantara Media - Operasi pencarian hilangnya kapal speedboat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, resmi diperpanjang selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Selasa (15/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026).
Keputusan ini, diambil aelain atas pertimbangan kemanusiaan, mengingat masih delapan penumpang kapal speedboat belum ditemukan, juga permohonan Gubernur Banten, Andra Soni.
Andra meminta, Basarnas mempertimbangkan perpanjangan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.
Permintaan tersebut disampaikan Andra saat pelaksanaan konferensi pers yang di Posko SAR Marina Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (14/9/2026) sore, pukul 18:05 WIB, dimana hingga batas waktu standar operasi pencarian pada hari ketujuh, delapan orang tersebut belum ditemukan.
Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR dilakukan selama tujuh hari.
Sementara pada Senin (13/9/2026), pencarian telah memasuki hari ketujuh yang menjadi batas akhir.
Tim SAR gabungan pada pelaksnaan memperluas operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Total area pencarian mencapai sekitar 6.649 nautical mile persegi, yang terdiri dari wilayah pencarian laut sekitar 4.586 nautical mile persegi dan pencarian udara sekitar 2.063 nautical mile persegi.
Dalam operasi hari ini, sebanyak 18 kapal laut yang dikerahkan untuk menyisir sejumlah sektor pencarian. Operasi juga diperkuat satu unit helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 untuk melakukan pemantauan dari udara.
Sementara total area pencarian, mencapai sekitar 6.649 nautical mile persegi, yang meliputi laut dan udara. Selain itu, sebanyak 18 kapal dan satu helikopter diterjunkan untuk melakukan pencarian.
Sejumlah unsur yang terlibat dalam operasi antara lain KRI Kerambit 627, KRI Leuser 924, KRI Lepu, KN SAR Basudewa, KN SAR Tetuka, KN SAR Antasena, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KSL Anyer, KAL Pahawang, TB Gunung Santri, RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, serta RIB Lampung.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, perpanjangan operasi pencarian dilakukan setelah Basarnas bersama unsur SAR lainnya melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan para keluarga korban.
Setelah dievaluasi bersama Pemprov Banten dan keluarga korban, maka Basarnas Banten kembali memperpanjang operasi SAR selama tiga hari terhadap speedboat nahas tersebut," ungkapnya.
Baca Juga BMKG Keluarkan Peringatan Tinggi Gelombang di Perairan Banten untuk 11-14 Februari 2026Dia menjelaskan, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, operasi SAR maksimal dilaksanakan selama 7 hari pencarian. Selanjutnya operasi SAR bisa diperpanjang atau dihentikan sesuai kondisi dan situasi di lapangan.
Ia menambahkan, selama masa perpanjangan operasi, Tim SAR Gabungan akan tetap mengerahkan seluruh unsur laut dan potensi SAR yang berada di lokasi, dengan penyesuaian area pencarian.
"Berdasarkan analisis pergerakan arus, angin, dan hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction (SARMAP)," ungkapnya.
Kepala Basarnas mengatakan, pada operasi SAR hari ke-7 pada Senin (14/9/2026), Tim SAR gabungan telah mencari dengan menyisir bagian utara dan selatan serta sepanjang perairan tenggelamnya kapal speedboat Arupadhatu 1.
"Namun upaya tim SAR tidak juga membuahkan hasil, sehingga hasil evaluasi diputuskan perpanjangan pencarian selama tiga hari lagi," ujarnya.
Adapun dalam operasi pencarian, Tim SAR gabungan mengerahkan KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, TB Gunung Santri, serta perahu penyelamat seperti RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, dan RBB.
Untuk diketahui, kapal speedboat Arupadhatu 1 yang mengangkut 8 orang penumpang, yakni lima orang Jurnalis dan tiga orang kru kapal. Jadi, total delapan penumpang dinyatakan hilang.
Untuk diketahui, dalam insiden itu, kapal speedboat Arupadhatu 1, membawa lima orang jurnalis dan tiga orang kru kapal, jadi total delapan penumpang dinyatakan hilang.
Mereka adalah, Muhammad Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto / Yudhis (iNews), Firdaus Wajidi / Daus (Anadolu Agency) dan Donal Husni (Jurnalis Lepas / Freelance).
Kemudian, awak kapal speedboat Arupadhatu 1, Warta sebagai kapten atau Nakhoda kapal, Surakman sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dan Heriyanto sebagai pemandu atau gaet.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!