Pandeglang, Nusantara Media — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, turut dirasakan masyarakat di Kecamatan Cikeusik. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sumber mata air sulit diperoleh sehingga warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, Sertu Eri Piatna, Babinsa Koramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, terus berupaya menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan kepada warga di dua desa, yakni 4.000 liter untuk masyarakat Desa Umbulan dan 4.000 liter untuk masyarakat Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi DPW PKB Provinsi Banten dengan BBWS C3 Provinsi Banten dalam upaya membantu masyarakat yang tengah menghadapi krisis air bersih akibat kemarau panjang.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam penyaluran bantuan tersebut turut hadir Ahyani selaku Kepala Desa Sumur Batu, perangkat Desa Umbulan, serta Marlina selaku Ketua Perempuan Bangsa DPC PKB Kabupaten Pandeglang yang turut berperan aktif dalam membantu proses penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.

Sertu Eri Piatna menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPW PKB Provinsi Banten yang telah berkolaborasi dengan BBWS C3 Provinsi Banten untuk menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Cikeusik.

Menurutnya, kemarau panjang yang telah berlangsung hampir tiga bulan lebih menyebabkan sejumlah sumber mata air di wilayah tersebut semakin sulit diperoleh.
“Sudah hampir tiga bulan lebih masyarakat menghadapi kemarau panjang. Kondisi ini menyebabkan sumber mata air semakin sulit didapat. Bahkan, tidak sedikit masyarakat terpaksa menggunakan sumber air yang kondisinya kurang baik karena keterbatasan sumber air yang tersedia,” ujar Sertu Eri Piatna.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, mengingat keterbatasan akses terhadap air bersih juga dapat menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli air, sekitar Rp5.000 per galon, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi masyarakat yang kondisi ekonominya terbatas, tentu hal ini menjadi beban tambahan,” katanya.

Sertu Eri Piatna menegaskan bahwa upaya membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih akan terus dilakukan melalui komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca Juga Jembatan Garuda Penghubung Rancaseneng-Sukasenang Pandeglang Resmi Dibangun: TNI dan Warga Gotong Royong Wujudkan Akses Aman

“Kami akan terus berusaha berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat, agar kebutuhan air bersih dapat terus diupayakan di tengah kemarau panjang yang terjadi saat ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menghadirkan air bersih untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Marlina selaku Ketua Perempuan Bangsa DPC PKB Kabupaten Pandeglang, menyampaikan terima kasih kepada Ahmad Fauzi, anggota DPR RI Komisi V Dapil Banten I sekaligus Ketua DPW PKB Provinsi Banten, yang telah ikut mendorong hadirnya bantuan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Cikeusik.

Marlina mengatakan, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Fauzi, anggota DPR RI Komisi V Dapil Banten I sekaligus Ketua DPW PKB Provinsi Banten, yang telah menghadirkan harapan bagi masyarakat Kecamatan Cikeusik untuk mendapatkan air bersih,” ujar Marlina.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Babinsa Koramil 0116/Cikeusik yang dinilai aktif memberikan informasi mengenai kondisi serta kebutuhan masyarakat di tengah kemarau panjang.

“Kami juga mengapresiasi Babinsa Koramil 0116/Cikeusik yang telah berperan aktif memberikan informasi terkait kebutuhan masyarakat serta ikut membantu dalam proses penyaluran bantuan air bersih,” tambahnya.