Para pembalap MotoGP bersiap menghadapi salah satu akhir pekan paling tak terduga musim ini di Sirkuit Motegi, Jepang. Tiga faktor besar—aspal baru, ban belakang yang lebih keras, dan cuaca yang tidak stabil—membuat data masa lalu nyaris tak berguna. Motegi yang biasa menjadi kandang Ducati kini menjelma menjadi medan ujian yang sesungguhnya.
Mengapa Motegi Kini Berbeda?
Sirkuit Motegi telah diaspal ulang sepenuhnya antara akhir 2025 dan awal 2026. Meski beberapa kejuaraan lain seperti Asia Road Racing Championship dan All-Japan Superbike sudah mencoba aspal anyar ini, tim MotoGP tetap minim data. Satu-satunya tim yang memiliki keunggulan adalah Honda, yang menggelar tes privat sebulan lalu bersama pembalap pengembangan Takaaki Nakagami. Honda bahkan menurunkan Nakagami sebagai wildcard akhir pekan ini, berharap pengalamannya memberi start lebih baik dibanding rival.
Nakagami mengungkapkan bahwa aspal baru ini berhasil menghilangkan gundukan, tetapi bukan berarti grip langsung melimpah. “Permukaan baru ini sangat bagus, positif. Sebelumnya tidak ada gundukan, tapi sekarang benar-benar rata. Namun grip-nya tidak terlalu tinggi, hanya terasa sedikit berbeda, dan itu hal baik,” ujarnya. “Setidaknya kami punya base set-up, lebih baik daripada tidak sama sekali.”
Ban Belakang Lebih Keras, Michelin Sesuaikan
Dampak lain dari aspal baru adalah perubahan alokasi ban dari Michelin. Ketiga ban belakang kini satu tingkat lebih keras dari tahun lalu, dan ban keras memiliki casing yang diperkuat seperti di Spielberg. Bagaimana ban ini bereaksi dengan permukaan baru masih menjadi tanda tanya besar. “Kami akan mencoba memahami aspal baru ini,” kata Alex Marquez dari Gresini. “Di sini, lubang atau gundukan tidak pernah jadi masalah besar. Lebih ke grip rendah, jadi kita lihat apakah aspal baru lebih baik. Tapi ban belakang lebih keras, kami perlu memahami perbedaannya.”
Baca Juga Marquez Batasi Kerugian di Sprint Austria, Akui Tak Cerdas BertahanHonda, yang memiliki sirkuit ini melalui anak perusahaan MobilityLand, telah menjalankan kedua motor—1000cc dan prototipe 850cc—di lintasan 4,8 km tersebut. Keuntungan data ini bisa menjadi pembeda di sesi latihan, terutama saat cuaca berubah-ubah. Ducati yang mendominasi Motegi dalam beberapa tahun terakhir harus waspada.
Peta Kekuatan di Motegi
Dengan aspal baru, ban keras, dan cuaca yang bisa berubah drastis, para pembalap harus cepat beradaptasi. Sesi latihan akan menjadi momen krusial untuk mencari set-up ideal. Tim-tim seperti Yamaha, Suzuki, dan Aprilia juga tidak ingin ketinggalan. Siapa yang paling cepat membaca kondisi? Kita akan segera tahu.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!