Kegagalan Marc Marquez tampil kompetitif di MotoGP Austria dua pekan lalu bukan sekadar anomali. Ducati akhirnya buka suara soal masalah rem depan yang membuat pembalap Spanyol itu terseok dan finis kelima. Bos tim, Davide Tardozzi, memastikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi akar persoalan dan menjamin insiden serupa tidak akan terulang.
"Ya, kami sekarang tahu apa yang terjadi, dan kami sudah mengatasinya sehingga tidak akan terjadi lagi," ujar Tardozzi kepada MotoGP world feed. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi Marquez yang sempat mengaku "beruntung" bisa menyelesaikan balapan di Red Bull Ring. Pasalnya, masalah rem depan bukan hanya mengganggu performa, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pembalap.
Meski enggan membeberkan detail teknis, Tardozzi menegaskan bahwa tim telah melakukan investigasi menyeluruh. "Sejauh ini semuanya sudah jelas tentang masalah itu. Kami sangat berharap itu tidak terjadi lagi. Tapi kami menatap ke depan," tambahnya. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi liar yang berkembang di paddock usai balapan Austria.
Dampak dari insiden tersebut terasa nyata pada klasemen. Marquez kehilangan 12 poin berharga dari pemimpin klasemen Jorge Martin yang finis kedua di Austria. Kini, Marquez dituntut bangkit di MotoGP Jepang akhir pekan ini. Sirkuit Motegi menjadi momentum krusial untuk membalikkan keadaan sebelum memasuki rangkaian balapan yang kurang bersahabat bagi Ducati.
Tardozzi pun mengakui bahwa Austria adalah peluang yang terbuang. "Itu kesempatan yang hilang, tapi itu bagian dari 22 balapan. Bagaimanapun, kami tahu di sisa musim ini, kami akan pergi ke trek-trek yang tidak cocok dengan motor kami," ujarnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Ducati sadar tidak akan selalu dominan, terutama di sirkuit dengan karakteristik tertentu.
Baca Juga MotoGP 2027: Usulan Satu Motor Per Pembalap Memecah FabrikanJustru, perhatian kini beralih ke MotoGP Indonesia pekan depan. Tardozzi secara terbuka menyebut bahwa Mandalika bisa menjadi medan tempur yang sulit bagi Ducati. Penyebabnya adalah kembalinya ban belakang Michelin dengan karkas lebih keras, yang diperkirakan tidak bersahabat dengan Desmosedici GP24. Ditambah lagi, Marquez belum pernah sekalipun finis di balapan utama Mandalika. Fakta ini menjadi alarm tersendiri bagi tim pabrikan Italia tersebut.
"Jelas di sini kami akan berusaha keras untuk berada di depan lawan, tapi target kami tetap sama seperti balapan lain - naik podium," kata Tardozzi tentang Jepang. "Di Indonesia, kami akan mencoba yang terbaik. Kami tahu seseorang akan lebih cepat dari kami, tapi kami tahu Marc kadang melakukan sesuatu yang menarik." Komentar ini menunjukkan bahwa Ducati tetap waspada, namun juga menyimpan harapan pada kemampuan Marquez yang kerap tampil heroik di kondisi sulit.
Dengan tekanan yang semakin besar, MotoGP Jepang menjadi ujian mental bagi Marquez. Jika ia mampu tampil kuat di Motegi, peluangnya menjaga asa juara tetap terbuka. Namun, jika kembali tersandung, dominasi Ducati di musim ini bisa terganggu oleh konsistensi Martin dan para penantang lainnya. Yang jelas, Tardozzi dan timnya telah menutup celah teknis yang sempat menganga di Austria. Kini, bola berada di tangan Marquez untuk membuktikan bahwa ia masih pembalap yang layak diperhitungkan dalam perburuan gelar.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!