Spekulasi mengenai masa depan Fernando Alonso di ajang reli paling ikonik di dunia kembali memanas setelah sejumlah petunjuk baru terungkap ke publik. Meskipun juara dunia Formula 1 dua kali tersebut sebelumnya sempat mendinginkan suasana dengan menepis peluang tampil di Reli Dakar, fakta di lapangan justru menunjukkan narasi yang sangat berbeda. Sang pembalap veteran asal Spanyol itu kedapatan tengah sibuk menjalani sesi pengujian tertutup di kawasan gurun pasir Maroko, sebuah langkah strategis yang langsung menarik perhatian para pengamat motorsport global dan memicu perdebatan sengit di paddock.
Kabar mengenai aktivitas tersembunyi ini pertama kali mencuat berkat laporan eksklusif dari jurnalis asal Spanyol, Gerard Farre. Melalui akun media sosial Instagram miliknya, Farre membagikan serangkaian gambar yang memperlihatkan Alonso sedang menguji coba sebuah kendaraan tangguh di Maroko. Menariknya, mobil penjelajah gurun tersebut tampil sepenuhnya tanpa livery dengan balutan warna hitam pekat, serasi dengan baju balap tanpa atribut yang dikenakan oleh pembalap andalan tim Aston Martin tersebut. Penampilan misterius ini langsung memicu gelombang spekulasi baru mengingat rekam jejak teknis di balik layar.
Sebagai catatan penting, Prodrive sebelumnya telah menjalin kerja sama erat dengan Dacia dalam mengembangkan program ambisius mereka untuk ajang Reli Dakar. Kendati demikian, dinamika industri balap terus bergeser, dan kini muncul indikasi kuat bahwa struktur tim yang sama tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kerasnya medan reli raid di masa depan dengan membawa panji merek Aston Martin. Keterlibatan langsung Alonso dalam sesi uji coba kendaraan Prodrive ini tentu bukan sebuah kebetulan semata, melainkan sebuah sinyal bahwa ketertarikannya pada dunia reli belum sepenuhnya padam meskipun usianya tidak lagi muda.
Sebelumnya, dalam rangkaian akhir pekan Grand Prix Singapura, pembalap berjuluk El Nano itu sempat melontarkan pernyataan tegas yang menutup pintu untuk tampil di Reli Dakar edisi 2027. Saat itu, ia menilai jadwal reli ketahanan tersebut dinilai tidak kompatibel dengan kalender padat kejuaraan dunia Formula 1. Terlebih lagi, ia baru saja meneken kontrak baru untuk tetap membalap di ajang balap mobil roda satu paling bergengsi di dunia tersebut pada musim mendatang. Walaupun demikian, catatan historis membuktikan bahwa peraih dua gelar juara dunia F1 ini pernah mencicipi keganasan gurun pasir pada edisi 2020 silam, di mana ia sukses menyelesaikan debutnya di posisi ke-13 secara keseluruhan sekaligus hampir mencatatkan sejarah meraih kemenangan etape.
Baca Juga Szafnauer Puji Keberanian Wolff Promosikan Antonelli ke MercedesDilansir dari FormulaPassion, ketertarikan Alonso untuk kembali turun gunung ke arena reli sebenarnya bukan rahasia lagi, asalkan ia merasa benar-benar siap dan memiliki paket kompetitif untuk memperebutkan posisi terdepan. Meski rangkaian tes di Maroko ini belum bisa dijadikan jaminan mutlak atas keikutsertaannya di garis start Dakar 2027, langkah tersebut menjadi bukti sahih bahwa gagasan besar ini masih tersimpan rapi di dalam rencana masa depannya. Di sisi lain, situasi geopolitik global turut memberikan warna tersendiri, mengingat gelaran Dakar 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 1 hingga 15 Januari berpotensi mengalami pemindahan lokasi akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah, di mana Maroko digadang-gadang sebagai opsi utama pengganti yang paling masuk akal.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!