Guenther Steiner akhirnya blak-blakan soal kepergiannya dari Haas F1 Team pada akhir musim 2023. Mantan prinsipal tim asal Italia itu mengaku bahwa dirinya sebenarnya bertahan dua tahun terlalu lama di tim milik Gene Haas tersebut.
Dalam wawancara terbaru di podcast High Performance, Steiner menceritakan bahwa seharusnya ia pergi lebih awal, terutama ketika menyadari bahwa pemilik tim tidak akan memberikan komitmen penuh terhadap investasi infrastruktur yang ia anggap penting. “Saya pikir saya bertahan dua tahun terlalu lama,” ujarnya.
Steiner, yang membangun Haas dari nol sejak debut F1 2016, merasa visinya berbeda dengan pemilik tim. Ia mengakui bahwa komunikasi menjadi masalah besar. “Yang seharusnya saya lakukan adalah menjelaskan visi saya lebih baik, atau mungkin saya hanya perlu bilang, ‘Hei, ini tidak berhasil. Saya pergi sekarang.’”
Meski begitu, ia tidak menyesali keputusannya bertahan. “Dengan melihat ke belakang, saya mengatakannya seperti itu. Tapi saat itu situasinya tidak seburuk itu. Kalau memang parah, saya pasti sudah pergi lebih cepat,” tambahnya.
Baca Juga GP Australia Pastikan F1 2026 Tetap BerjalanKepergian Steiner akhirnya diputuskan oleh Gene Haas melalui panggilan telepon singkat. Namun, Steiner justru merasa lega karena keputusan itu diambil untuknya. “Saya sedang di supermarket, mengambil ham untuk makan malam. Istri saya ikut. Saya bilang, ‘Saya tidak lagi di Haas,’ dan dia kaget,” kenangnya sambil tertawa.
Sejak hengkang dari F1, Steiner kini aktif sebagai komentator televisi, menjadi bintang tamu tetap di The Red Flags Podcast, dan mengambil alih kepemilikan tim MotoGP dan Moto3 KTM Tech3.
Add us as preferred source
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!