Carlos Sainz menerima penalti 10 detik setelah bersenggolan dengan rekan setimnya di Williams, Alex Albon, pada lap-lap akhir Grand Prix Belanda di Zandvoort. Pembalap asal Spanyol itu mengaku penalti tersebut adil dan menyebut insiden itu sebagai 'hasil terburuk' dalam balapan yang sulit bagi timnya.

Insiden terjadi saat Sainz mencoba bertahan dari serangan Albon di Tikungan 1, empat lap sebelum finis. Sainz mengunci roda depannya saat mengerem di bagian dalam, sehingga mobilnya melaju lurus dan menghantam sisi mobil Albon. Dampak tersebut merusak lantai mobil Albon dan memaksanya masuk pit, sementara Sainz mendapat penalti waktu.

“Penalti itu adil,” ujar Sainz. “Saya sedikit terkejut saat mencoba bertahan. Ban keras saya sudah aus dan saya kesulitan dengan mobil. Saat saya mengerem di bagian dalam, ada gundukan besar di Tikungan 1. Begitu saya menyentuh rem, saya langsung mengunci dan menabrak Alex. Itu hasil terburuk karena kami tidak sedang memperebutkan posisi besar. Saya minta maaf padanya, bukan itu yang saya inginkan.”

- Advertisement -
Advertisement

Kedua pembalap Williams memang sedang terpuruk di posisi 15 dan 16, hanya unggul dari Sergio Perez yang membela Cadillac. Albon tidak mempermasalahkan insiden tersebut, bahkan membandingkannya dengan tabrakan antara Max Verstappen dan Daniel Ricciardo di GP Azerbaijan 2018, tetapi menilai insiden itu lebih ringan.

Baca Juga Steiner Akui Terlalu Lama di Haas, Buka Peluang Comeback F1

“Itu bukan seperti Verstappen dan Ricciardo, tidak terlalu serius,” kata Albon. “Itu murni kesalahan dia. Saya melihat dia mengunci, jadi saya mencoba mengikuti garis lurus. Tapi kami bersentuhan dan lantai saya rusak parah, jadi kami harus pit.”

Albon lebih kecewa karena Williams kehilangan peluang mencetak poin pertama sejak GP Monako pada awal Juni. Sementara itu, Fernando Alonso berhasil meraih posisi kesembilan dengan strategi satu pit stop bersama Aston Martin yang meningkat. Albon menilai Williams salah dalam strategi pit stop, yang membuat mereka keluar di belakang rombongan mobil dan kehilangan kesempatan.