Nico Rosberg angkat bicara soal kontroversi team order yang dialami Mercedes di GP Belanda. Mantan juara dunia Formula 1 itu menilai keputusan tim untuk meminta George Russell memberi jalan ke Kimi Antonelli adalah langkah yang tepat, meski terasa pahit bagi sang pembalap.

Momen itu terjadi di sirkuit Zandvoort, di mana balapan sempat dihentikan bendera merah setelah Max Verstappen mengalami kecelakaan hebat di lap pembuka. Setelah restart dan kemunculan virtual safety car di akhir balapan, Antonelli memilih pit stop untuk ganti ban lunak, sementara Russell bertahan di trek demi menjaga posisi. Ketika Antonelli mulai mendekat, Mercedes langsung menginstruksikan Russell untuk menyerahkan posisinya.

Russell awalnya protes keras lewat radio tim, khawatir pertukaran posisi itu bisa membuang peluang double podium. Namun ia tetap menjalankan perintah dan akhirnya harus bekerja ekstra keras menahan laju Ferrari milik Lewis Hamilton serta Charles Leclerc yang tampil agresif di lap-lap akhir. Hasilnya, ia berhasil mempertahankan posisi ketiga, sementara Antonelli finis di depannya.

- Advertisement -
Advertisement

Berbicara di Sky Sports F1, Rosberg menjelaskan bahwa dalam situasi seperti ini, kepentingan tim harus diutamakan. "Saat saya masih aktif, saya juga pernah disuruh memberi jalan ke Lewis di Monako meski kami bersaing untuk gelar juara," ujarnya. "Di sini situasinya sama, hasil tim terancam oleh dua Ferrari di belakang. Jadi team order harus diterapkan dan para pembalap wajib mematuhinya. Menurut saya itu fair play. George melakukan pekerjaan luar biasa untuk bertahan di posisi ketiga."

Baca Juga Sainz ke Pabrikan Williams: Anggap Ini Tantangan Pribadi

Rosberg juga memahami kekesalan Russell, tetapi menilai risiko yang dihadapi tim sangat besar. "Saat itu prediksinya George bakal kesulitan dengan kecepatan, dan Ferrari bisa mengancam posisinya sekaligus posisi Kimi jika Kimi terjebak di belakang George. Jadi dua posisi sekaligus terancam," tambahnya. "Ini keputusan yang sangat sulit, dan saya tidak mau berada di posisi mereka. Jika saya di tempat George, pasti sakit sekali. Tapi itu bisa dimengerti karena saya tahu betul aturan tim."

Menariknya, Russell sendiri mengakui setelah balapan bahwa keputusan tersebut memang benar. "Kimi sebenarnya sudah di depanku, jadi dia pantas finis di depanku. Tentu saja saat balapan, kamu ingin berjuang untuk setiap posisi," katanya. Sikap dewasa Russell ini justru mendapat pujian dari banyak pihak, termasuk Rosberg, yang menilai mentalitas seperti inilah yang dibutuhkan untuk membangun kesuksesan tim dalam jangka panjang.