Formula 1 kini tengah menatap era regulasi baru yang tidak hanya berfokus pada perpindahan ke mesin V8, tetapi juga mengusung misi krusial untuk melakukan reduksi drastis pada bobot kendaraan. Setelah bertahun-tahun lamanya mesin Formula 1 terus mengalami peningkatan berat—di mana musim ini menjadi momen pertama kalinya sejak tahun 1983 berat minimum mengalami penurunan—Federation Internationale de l'Automobile (FIA) kini bertekad membawa kembali bobot mobil di bawah angka 700 kilogram untuk pertama kalinya sejak musim 2016 silam.
Pada saat ini, batas berat minimum mobil berada di angka 768 kilogram. Konsep lincah atau nimble concept yang diterapkan untuk regulasi tahun 2026 sebenarnya telah berhasil memangkas sekitar 30 kilogram dari siklus aturan sebelumnya pada periode 2022 hingga 2025. Meskipun target pemangkasan tambahan seberat 80 kilogram tampak begitu ambisius, Direktur Kursi Tunggal FIA yakni Nikolas Tombazis menjelaskan bahwa target tersebut sangat mungkin untuk dicapai.
Keyakinan tersebut didasari oleh analisis mendalam yang dilakukan oleh pihak FIA sendiri. Dari total lonjakan bobot mobil sebesar 200 kilogram yang terjadi selama kurun waktu 20 tahun terakhir, hanya sekitar 40 kilogram saja yang berkaitan langsung dengan peningkatan elemen keselamatan penting seperti perangkat halo, struktur sisi sasis yang lebih kuat, serta area penyerapan energi tinggi. Fakta ini membuktikan bahwa masih ada banyak ruang gerak yang sangat luas untuk menurunkan berat keseluruhan mobil tanpa harus mengorbankan standar keselamatan tinggi yang sudah berlaku saat ini.
Terdapat tiga area fokus utama yang diyakini oleh pihak otoritas balap tertinggi dunia ini akan mampu membawa ajang adu kecepatan tersebut mencapai target reduksi yang telah direncanakan. Sebagian dari pemangkasan berat ini akan bersumber dari perubahan unit daya, meskipun blok mesin utama V8 nantinya akan berukuran sedikit lebih besar jika dibandingkan dengan mesin V6 pendahulunya. Perubahan desain secara menyeluruh diyakini mampu memberikan efisiensi massa yang signifikan pada struktur kendaraan secara keseluruhan.
Dalam penjelasannya kepada media, Nikolas Tombazis memaparkan rincian teknis terkait rencana tersebut. Dilansir dari The-Race, ia menyatakan bahwa pihak pengatur regulasi berniat menurunkan tekanan turbo secara signifikan demi mereduksi tekanan di dalam mesin serta memperkecil dimensi turbocharger. Selain itu, kompleksitas saluran masuk dan keluar mesin juga akan dipangkas mengingat saat ini terdapat jaringan saluran yang sangat rumit, sementara sistem pembuangan yang selama ini diatur sedemikian rupa panjangnya juga akan disederhanakan secara besar-besaran.
Komponen baterai yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap berat total mobil juga tidak luput dari perombakan. Dengan adanya rencana penggunaan elemen elektrik yang lebih kecil pada tahun 2031 mendatang, komponen penyimpanan energi ini otomatis akan mengalami penyusutan ukuran. Nikolas Tombazis menambahkan bahwa keberadaan baterai yang lebih kecil akan membuat komponen MGU-K ikut menyusut, sehingga memungkinkan perangkat tersebut dipasang di bagian sisi mesin dan menghasilkan instalasi keseluruhan yang jauh lebih ringan.
Baca Juga Norris Sebut McLaren Jauh dari Cukup Baik Usai Sprint GP BelandaLangkah berikutnya yang ditempuh adalah memperkecil dimensi keseluruhan mobil serta mempertimbangkan pengurangan ukuran pelek roda. Mengenai ukuran pelek di masa depan, Nikolas Tombazis menegaskan bahwa ukurannya tidak akan kembali seperti era tahun 2021 yang menggunakan ukuran 13 inci, namun ada potensi untuk diturunkan sedikit dari spesifikasi saat ini. Sebagai catatan, lonjakan berat ban yang diakibatkan oleh peralihan dari pelek 13 inci ke ukuran 18 inci pada tahun 2022 lalu telah menyumbang tambahan berat sekitar 25 kilogram pada kendaraan.
Jalur ketiga yang diandalkan untuk mereduksi bobot adalah melalui siklus positif di mana mobil tidak lagi membutuhkan komponen yang terlalu kokoh serta suku cadang aerodinamika yang berat karena ukuran fisik kendaraan yang sudah lebih ringan dan kecil. Peningkatan performa alami ini diprediksi mampu membuat kendaraan melaju dua setengah hingga tiga detik lebih cepat hanya berkat keunggulan bobot yang lebih ringan. Hal ini memungkinkan tim untuk mengurangi beban aerodinamika, membantu kinerja ban menjadi jauh lebih baik, dan tetap mempertahankan catatan waktu putaran yang impresif di atas lintasan balap.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!