Upaya Red Bull untuk mendapatkan peluang pengembangan mesin di Formula 1 belum berakhir. Setelah permintaan tinjauan faktual atas periode ADUO pertama tidak mengubah hasil, kini semua mata tertuju pada keputusan periode kedua yang diyakini bisa menjadi penentu nasib pabrikan asal Milton Keynes itu.

ADUO (Additional Development and Upgrade Opportunities) adalah sistem FIA yang memberikan token pengembangan kepada pabrikan mesin yang tertinggal, berdasarkan pengukuran performa mesin pada periode tertentu. Periode pertama berakhir setelah Grand Prix Hungaria, tetapi hasilnya baru diumumkan secara internal di GP Monako. Red Bull-Ford Powertrains secara mengejutkan menempati peringkat teratas, yang berarti mereka tidak mendapatkan token, sementara Mercedes mendapat satu token, serta Ferrari, Audi, dan Honda masing-masing dua token.

Keputusan itu memicu ketidakpuasan Red Bull. CEO Oliver Mintzlaff bahkan turun tangan, dan tim meminta tinjauan faktual. Namun, menurut direktur balap kursi tunggal FIA, Nikolas Tombazis, pengukuran yang dilakukan FIA terbukti akurat. "Saya pikir pengukuran kami terbukti sangat akurat," ujarnya. "Tetapi, apakah semuanya berjalan baik? Tidak, karena orang-orang tidak puas. Apakah kami perlu memikirkan perbaikan ke depan? Ya."

- Advertisement -
Advertisement

Di paddock, muncul anggapan bahwa pabrikan seperti Mercedes dan Ferrari bermain cerdik dengan tidak menunjukkan performa penuh di balapan-balapan awal. Strategi ini memungkinkan mereka mengamankan token ADUO. Ferrari bahkan berhasil mendapatkan dua token berkat permainan yang apik.

Periode ADUO kedua telah berakhir setelah GP Hungaria, tetapi hasilnya belum diumumkan secara resmi. Jika hasilnya kembali tidak menguntungkan, Red Bull bisa kehilangan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan pengembangan mesin untuk musim 2026. Sebaliknya, jika ada perubahan, ini bisa menjadi penyelamat bagi pabrikan baru tersebut.

Baca Juga George Russell Menang F1 GP Australia 2026, Mercedes 1-2

Konteks ini menjadi krusial karena regulasi mesin baru akan berlaku pada 2026. Kemampuan pengembangan sangat menentukan daya saing jangka panjang. FIA sendiri mengakui adanya kelemahan dalam sistem ADUO, yang hanya mengukur mesin pembakaran internal, sementara token pengembangan juga berlaku untuk sisi elektrik. Namun, perubahan sistem tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Keputusan ADUO kedua akan menjadi ujian kredibilitas sistem dan bisa memicu kontroversi baru. Red Bull berharap ada keadilan, sementara pabrikan lain akan mengawasi ketat apakah sistem ini benar-benar membantu yang tertinggal atau justru menjadi ajang permainan strategi.