Akhir pekan Formula 1 di Circuit of the Americas langsung menghadirkan tantangan besar bagi Red Bull, setelah tim asal Milton Keynes tersebut mengakui bahwa mobil mereka terbukti jauh lebih sulit untuk dikendalikan dari perkiraan awal. Kedatangan mereka ke Austin sebenarnya dibayangi oleh catatan positif usai memenangi dua balapan beruntun sebelumnya bersama Max Verstappen, yang selalu konsisten naik podium di trek ini sejak tahun 2017.
Meski sang juara dunia asal Belanda tersebut sempat mengeluhkan kontur permukaan trek yang bergelombang sejak hari Kamis, performa di atas lintasan pada sesi latihan bebas hari Jumat masih menunjukkan daya saing yang cukup menjanjikan. Max Verstappen mampu mengamankan posisi kedua pada sesi latihan bebas pertama dan bertengger di posisi ketiga pada latihan bebas kedua, di mana ia berada di belakang Charles Leclerc dalam kedua kesempatan tersebut.
Namun, dinamika yang sama sekali berbeda dirasakan oleh pembalap lainnya di dalam garasi, di mana tantangan teknis justru menghambat jalannya sesi secara keseluruhan. Sang pembalap mengakui bahwa ia harus puas berada di posisi kesembilan dan terpaut satu detik penuh dari catatan waktu tercepat saat menjalani sesi latihan bebas kedua yang krusial bagi persiapan akhir pekan.
"Kami menjalani sesi latihan pertama dengan cukup baik, lalu pada sesi latihan kedua saya juga merasa cukup oke saat menggunakan ban kompon medium, meskipun kami telah melakukan beberapa perubahan pada pengaturan mobil," ujar sang pembalap dalam wawancaranya bersama Formula1.com usai sesi latihan kedua berakhir dengan penuh evaluasi teknis.
Ia menambahkan bahwa situasi berubah drastis ketika tim memasang ban kompon lunak untuk simulasi kualifikasi. "Namun pada ban lunak, keseimbangan mobil benar-benar hilang bagi saya. Sangat sulit untuk dikendalikan, jadi saya harus memutarbalikkan keadaan besok, duduk bersama para insinyur, dan melihat apa yang bisa kami lakukan karena mobil mengalami penurunan performa yang masif."
Tekanan besar kini berada di pundak para teknisi untuk mengembalikan performa kendaraan ke titik optimal seperti sesi pagi hari. "Kami harus mengembalikannya setidaknya ke level performa saat sesi pagi," imbuhnya dengan nada penuh kewaspadaan menghadapi sisa akhir pekan balapan di Austin.
Baca Juga Konflik Internal McLaren: Lando Norris Akui Teguran Keras Usai Insiden GP SingapuraDirektur teknik Red Bull, Pierre Wache, secara terbuka mengakui bahwa timnya telah terkecoh oleh tingkat kesulitan dalam mencari keseimbangan mekanis yang tepat untuk tata letak lintasan Circuit of the Americas yang sangat teknis. Karakteristik sirkuit yang menuntut stabilitas tinggi memaksa para insinyur bekerja lembur untuk menemukan solusi terbaik.
"Trek ini cukup bergelombang, untuk menyeimbangkan kembali mobil ternyata jauh lebih sulit dari yang kami perkirakan sebelumnya," ungkap Pierre Wache mengenai kendala teknis yang dihadapi skuadnya di markas sementara mereka akhir pekan ini.
"Kemudian kami memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan pada kedua mobil, jujur saja, dan terutama pada mobil Isack untuk mencoba menyeimbangkan kembali performa di tikungan kecepatan tinggi dan kecepatan rendah yang sangat menantang ini."
Fokus utama Red Bull saat ini tidak hanya terpaku pada catatan waktu satu putrasecepat di kualifikasi, melainkan juga menjaga keawetan kompon ban demi menghadapi balapan utama yang panjang. "Fokus utama juga diarahkan pada balapan, kami harus berhati-hati agar tidak terlalu fokus pada performa satu putaran saja, karena di sini degradasi ban dalam balapan sangatlah penting," tutupnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!