Persaingan ketat di internal tim McLaren kembali memanas setelah insiden sengit yang melibatkan dua pembalap mereka pada balapan akhir pekan lalu. Bentrokan yang terjadi pada putaran terakhir balapan sprint Grand Prix Singapura antara Lando Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri, berbuntut panjang dan memicu evaluasi internal yang cukup serius di dalam garasi tim.

Insiden tersebut bermula ketika Lando Norris mencoba melakukan manuver agresif saat memasuki tikungan kelima. Usaha mendahului tersebut berujung pada kontak fisik antar kedua mobil McLaren, yang langsung menjadi sorotan utama di tengah dominasi pembalap lain seperti Max Verstappen serta penurunan performa yang dialami oleh George Russell dalam akhir pekan balapan yang penuh drama.

Bagi Lando Norris dan Oscar Piastri, kejadian di Singapura bukanlah kali pertama mereka terlibat gesekan di atas lintasan balap Formula 1. Sepanjang musim kompetisi sebelumnya, beberapa insiden tingkat tinggi sempat mewarnai perjalanan karier mereka sebagai rekan setim, termasuk insiden kontroversial di Circuit of the Americas yang kini kembali menjadi tuan rumah seri kedelapan belas kalender balap F1.

- Advertisement -
Advertisement

Kendati ketegangan sempat meningkat drastis di markas tim, Lando Norris menegaskan bahwa manajemen McLaren tidak lantas mengubah peraturan dasar membalap bagi mereka berdua. Filosofi kebebasan untuk saling bersaing secara kompetitif tetap dipertahankan, meskipun batasan-batasan ketat kini ditekankan guna menghindari kerugian besar bagi konstruktor.

Dalam wawancaranya bersama Sky Sports menjelang rangkaian balapan di Grand Prix Amerika Serikat, Lando Norris secara terbuka mengakui dinamika yang terjadi di dalam tim. Ia menyatakan bahwa dirinya tetap memiliki hak untuk memanfaatkan celah yang ada di lintasan saat melawan Oscar Piastri.

"Saya bisa mengambil celah pada Oscar," ujar Lando Norris kepada Sky Sports di paddock US Grand Prix, menggambarkan pendiriannya mengenai kebebasan bertarung di atas aspal sirkuit.

Namun, di balik kebebasan tersebut, konsekuensi tegas harus diterima oleh sang pembalap asal Inggris Raya itu akibat insiden di Singapura. Ruang kerja tim dipenuhi dengan evaluasi mendalam serta peringatan serius dari para petinggi skuad oranye pepaya.

Baca Juga George Russell Ungkap Beban Mental Dibalik Kemenangan F1 2025

"Saya mendapat banyak teguran dan banyak kata-kata yang telah diucapkan," lanjut Lando Norris mengenai reaksi internal tim. "Tetapi kami masih diizinkan untuk membalap."

Lebih lanjut, Lando Norris menyadari sepenuhnya bahwa insiden serupa tidak boleh lagi terulang di sisa musim ini. Mengingat sejarah gesekan masa lalu, baik di Singapura maupun di tanah Texas pada tahun sebelumnya, batasan keselamatan kini menjadi prioritas utama demi mengamankan posisi poin tim.

"Tetapi tentu saja kami tidak boleh membiarkan apa yang terjadi akhir pekan lalu, dan apa yang bahkan telah terjadi di sini di Texas tahun lalu, kami tidak boleh membiarkan hal itu terjadi lagi," tegasnya. "Kami masih diizinkan untuk membalap, tetapi jelas kami tidak boleh mengalami benturan dan kami harus menghindari hal itu di setiap kesempatan yang memungkinkan."

Sementara itu, rangkaian hari pertama pada sesi latihan bebas Grand Prix Amerika Serikat ditutup dengan posisi kedua pembalap McLaren yang berada di paruh akhir sepuluh besar. Lando Norris mengamankan posisi ketujuh, sementara Oscar Piastri tepat berada di belakangnya pada posisi kedelapan. Catatan waktu kedua pembalap terpaut lebih dari satu detik dari waktu tercepat yang dibukukan oleh Charles Leclerc, dengan catatan bahwa waktu terbaik Lando Norris pada FP2 dicatatkan menggunakan kompon ban keras.