Lebak, Nusantara Media – Keindahan Pantai Bagedur yang selama ini menjadi andalan wisata di Banten Selatan kini kembali menuai keluhan keras dari pengunjung. Banyaknya sampah plastik, tusuk sate, dan limbah jajanan berserakan di bibir pantai membuat suasana wisata menjadi tidak nyaman dan berbahaya.
Menurut informasi yang dihimpun, pengelola Pantai Bagedur memungut retribusi masuk sebesar Rp10.000 per orang. Dari jumlah tersebut, Rp8.000 dibagi menjadi Rp3.000 untuk pengelola dan Rp5.000 untuk pemilik warung yang menyewakan tempat. Selain itu, pengunjung juga dikenakan pungutan harian Rp10.000, Rp5.000 untuk sampah, dan Rp5.000 untuk keamanan. Namun, meski sudah ada biaya pembersihan, sampah plastik dan limbah makanan masih menumpuk di area pantai.
Seorang wisatawan asal Pandeglang bernama Sunar mengungkapkan kekecewaannya, Selasa (24/03/2026) “Pantai Bagedur ini tujuan kami berwisata, tapi kami kecewa dengan banyaknya sampah berserakan. Padahal pihak pengelola menarik retribusi Rp10 ribu per orang. Kami minta kebersihan diutamakan agar pengunjung nyaman dan aman.”
Poin Permasalahan Utama yang Dikeluhkan Wisatawan:
- Sampah berserakan — Plastik, tusuk sate, dan limbah jajanan mengotori bibir pantai.
- Gangguan pemandangan — Deretan warung berdiri di tengah area pantai sehingga menutupi panorama laut yang indah.
- Potensi bahaya — Warung yang berada sangat dekat dengan air laut rawan rusak dan membahayakan pengunjung saat gelombang tinggi atau air pasang.
- Akses terbatas — Area bermain pengunjung menjadi sempit akibat keberadaan warung.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak pengelola terkait keluhan sampah dan aturan yang memperbolehkan pedagang berjualan di tengah bibir pantai. Wisatawan berharap Pantai Bagedur dapat segera dibersihkan dan ditata ulang agar keindahan alamnya tidak terus terganggu.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!