Nico Rosberg tidak menahan diri. Juara dunia Formula 1 2016 itu menyebut kampanye Williams di musim 2026 sebagai "shocker" dan menilai James Vowles menghadapi tantangan besar untuk membawa tim kembali ke jalur yang benar.

Williams memang sudah tertinggal sebelum musim dimulai. Mereka melewatkan tes privat di Barcelona pada Januari dan tiba di tes pramusim Bahrain dengan mobil yang kelebihan berat. Upaya perbaikan lewat paket upgrade besar di Grand Prix Miami belum mampu mendongkrak performa secara signifikan.

Saat ini, tim yang berbasis di Grove itu terpuruk di peringkat kesembilan klasemen konstruktor dengan koleksi 11 poin. Carlos Sainz menyumbang enam poin, sementara Alex Albon mengumpulkan lima poin. Hasil ini jauh dari harapan mengingat mereka sempat tampil impresif dalam beberapa musim terakhir.

- Advertisement -
Advertisement

Berbicara di Sky Sports F1 Show, Rosberg mengidentifikasi program pengembangan musim dingin yang terlalu ambisius dan sasis yang kelebihan berat sebagai akar masalah. "Williams mengacaukan musim dingin. Mereka mencoba menjadi sangat ambisius dalam membangun sasis, mencoba cara-cara baru, benar-benar berinovasi," ujarnya.

"Itu malah menjadi bumerang, dan mobil mereka terlalu berat. Ingat, 10 kg ekstra di olahraga ini setara tiga persepuluh detik per lap. Jadi, jika kelebihan berat, itu sangat besar. Waktu putaran yang hilang sangat besar," tambah Rosberg. Ia juga menyoroti bahwa Williams sebenarnya memiliki mesin Mercedes yang terbaik, sehingga tidak ada alasan untuk tertinggal. "Saya yakin aerodinamisnya juga tidak berada di tempat terbaik. Jadi, mereka masih perlu membuat banyak kemajuan di sana."

Baca Juga Laurent Mekies Sebut Red Bull Tertinggal dari Tiga Rival

Rosberg menambahkan bahwa kemunduran ini terasa mengejutkan karena Williams sempat berada di posisi yang bagus dan dianggap sedang menuju posisi enam besar secara permanen. "Sekarang mereka mundur jauh, yang merupakan sedikit kejutan. Ini momen yang sulit juga bagi James Vowles, yang saya nilai sangat tinggi, tetapi dia harus benar-benar berjuang melalui kesulitan ini sekarang dan membalikkan keadaan serta membawa tim kembali ke arah positif, yang tidak mudah."

Kritik Rosberg menyoroti betapa rentannya performa tim di era regulasi saat ini. Kelebihan berat bukan hanya soal angka di atas kertas, melainkan berdampak langsung pada keseimbangan mobil, manajemen ban, dan strategi balapan. Williams harus segera menemukan solusi jika tidak ingin semakin tertinggal.

Dengan sumber daya yang dimiliki dan mesin Mercedes di belakang, tekanan kini tertuju pada Vowles dan jajarannya untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengangkat performa. Musim masih panjang, tetapi waktu tidak berpihak pada mereka yang terus tertinggal.