Sebastian Vettel menegaskan bahwa ia akan merasa “sangat bahagia” jika Kimi Antonelli memecahkan rekornya sebagai juara dunia Formula 1 termuda. Pernyataan itu disampaikan Vettel di Monza, saat ia menyaksikan langsung gelaran musim ini. Antonelli, yang kini membela Mercedes, semakin dekat menuju gelar perdananya setelah kemenangan di Grand Prix Spanyol memperlebar jarak atas rekan setimnya, George Russell, menjadi 81 poin.

Rekor Vettel sendiri tercipta pada 2010 saat ia masih memperkuat Red Bull. Kala itu, pembalap asal Jerman tersebut mengunci titel di usia 23 tahun, 4 bulan, dan 11 hari, memecahkan rekor Lewis Hamilton pada 2008 dengan selisih sekitar lima setengah bulan. Kini, di usia 20 tahun, Antonelli berpeluang besar menorehkan sejarah baru sebagai juara termuda sepanjang masa.

“Saya akan sangat bahagia untuknya,” ujar Vettel. “Dia menjalani tahun yang luar biasa. Ada ungkapan lama bahwa rekor memang diciptakan untuk dipecahkan. Dia masih punya banyak tahun di depan untuk melakukannya. Saya mencintai olahraga ini, jadi sebagai penonton ini sangat menarik. Saya berharap yang lain bisa kembali dan lebih bersaing. Saya independen dan bahagia untuknya karena saya tahu betapa besar kerja keras di balik pencapaian itu, dan siapa pun yang menang akan layak mendapatkannya.”

- Advertisement -
Advertisement

Antonelli sendiri telah menorehkan beberapa rekor Vettel sebelumnya. Pembalap muda Italia itu meraih pole position pertamanya dan hat-trick pertamanya di usia 19 tahun pada musim ini, sementara Vettel baru mencapai prestasi serupa pada usia 21 tahun pada 2008 dan 2009. Selain itu, Antonelli juga memegang rekor sebagai pembalap F1 termuda yang mencetak fastest lap, memimpin balapan, memimpin klasemen, dan meraih grand chelem, yang ia renggut dari Hamilton dan Max Verstappen.

Menanggapi dukungan Vettel, Antonelli mengaku sangat menghargainya. “Itu luar biasa. Seb sungguh hebat. Dia teman saya, selalu mengirim pesan setelah setiap akhir pekan balapan atau bahkan sebelum beberapa balapan. Sangat menyenangkan melihat begitu banyak dukungan dan apresiasi darinya. Tentu saja, saya sangat senang menerima pesannya, dan itu sedikit banyak membuat perbedaan menjelang akhir pekan atau bahkan setelahnya.”

Baca Juga Ferrari Akui Masih Kehilangan Tenaga Murni Meski ADUO Upgrade

Meski begitu, Verstappen masih memegang rekor sebagai pembalap termuda yang pernah membalap di F1, mencetak poin, naik podium, dan memenangi balapan. Sementara itu, daftar 10 juara dunia termuda masih didominasi oleh nama-nama besar seperti Vettel, Hamilton, Fernando Alonso, dan Michael Schumacher. Jika Antonelli berhasil mengunci gelar tahun ini, ia akan menempati peringkat teratas, menggeser Vettel dari posisi yang telah ia tempati selama lebih dari satu dekade.

Persaingan musim ini masih panjang, tetapi performa Antonelli bersama Mercedes menunjukkan konsistensi yang mengesankan. Dengan delapan balapan tersisa, fokus utama adalah menjaga momentum dan menghindari kesalahan. Jika ia mampu mempertahankan dominasinya, gelar juara dunia termuda bukan lagi sekadar mimpi, melainkan sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu.

Top 10 Juara Dunia F1 Termuda

TahunPembalapTimUsia
2010Sebastian VettelRed Bull23y, 4m, 11d
2008Lewis HamiltonMcLaren23y, 9m, 26d
2005Fernando AlonsoRenault24y, 1m, 27d
2021Max VerstappenRed Bull24y, 2m, 12d
2011Sebastian VettelRed Bull24y, 3m, 6d
2022Max VerstappenRed Bull25y, 9d
2006Fernando AlonsoRenault25y, 2m, 23d
2012Sebastian VettelRed Bull25y, 4m, 22d
1972Emerson FittipaldiLotus25y, 8m, 29d
1994Michael SchumacherBenetton25y, 10m, 10d