Charles Leclerc dipastikan akan menerima penalti grid pada Grand Prix Azerbaijan di Baku, meskipun Ferrari mendapat kabar positif bahwa mesin yang mengalami kecelakaan di Monza masih bisa digunakan kembali. Pembalap asal Monako itu mengalami crash hebat pada lap kedua GP Italia di Monza setelah spin di tikungan Parabolica, yang membuat power unit ADUO2 versi terbaru Ferrari terancam rusak.

Karena kekhawatiran akan kerusakan, unit tersebut ditarik dari alokasi Leclerc pada GP Spanyol pekan lalu. Akibatnya, Leclerc kehilangan tenaga dibandingkan rekan setimnya, Lewis Hamilton, dan kalah dalam kualifikasi, meski sempat memimpin balapan sebelum finis keempat.

Menurut laporan Motorsport edisi Italia, evaluasi lebih lanjut terhadap mesin Monza menunjukkan tidak ada kerusakan permanen. Leclerc akan dapat menggunakan kembali mesin tersebut untuk sisa musim, tetapi kemungkinan hanya untuk sesi latihan di GP Azerbaijan mendatang. Dengan demikian, Leclerc akan memakai mesin baru untuk balapan di Baku, yang membuatnya harus start dari barisan belakang.

- Advertisement -
Advertisement

Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, mengatakan kepada Canal+ selama akhir pekan Madrid: “Kami akan lihat kapan kami harus mengambil penalti mesin dengan Charles, tapi saya pikir Baku akan berjalan cukup baik.” Meskipun merupakan sirkuit jalanan, lintasan lurus pit yang panjang di Baku memberikan peluang bagus untuk menyalip, menjadikannya tempat ideal bagi Leclerc untuk menerima penalti mesin dalam jadwal balapan mendatang.

Pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli juga menerima penalti mesin pada GP Italia, namun pembalap Mercedes itu mampu bangkit dari posisi ke-19 untuk memenangkan balapan kandangnya. Rekan setimnya di Mercedes, George Russell, diperkirakan akan mengambil mesin baru dan menerima penalti pada suatu waktu dalam balapan mendatang, meski belum jelas kapan.

Baca Juga Wolff Khawatir Duel Antonelli-Russell di Monza Berakhir Bencana

Peningkatan AUDO2 Ferrari tidak memberikan dorongan signifikan saat diperkenalkan di Monza. Leclerc hanya bisa memulai balapan dari posisi keempat, sementara Hamilton kelima, saat mobil bertenaga Mercedes mengunci tiga posisi teratas. Di Madrid, selisih Leclerc dengan Hamilton di Q3 hanya 0,006 detik dan kurang dari sepersepuluh detik dari Max Verstappen yang berada di posisi ketiga.

Ferrari belum pernah berada di barisan depan sejak Hungaria, ketika Hamilton finis kedua di belakang Lando Norris dari McLaren, dan Leclerc ketiga. Penalti mesin ini menjadi pukulan bagi Leclerc yang tengah berjuang mengejar ketertinggalan di klasemen, namun juga merupakan strategi untuk memaksimalkan sisa musim dengan mesin yang lebih segar.