Akhir pekan balap Formula 1 di Marina Bay Street Circuit menghadirkan kisah sukses sekaligus pekerjaan rumah yang pelik bagi Red Bull Racing. Setelah sehari sebelumnya berhasil menguasai sesi kualifikasi di sirkuit jalan raya tersebut untuk pertama kalinya, Max Verstappen kembali menegaskan kecepatan luar biasa mobil RB22. Namun, di balik dominasi tersebut, masalah krusial terkait performa awal balapan atau start mendadak menjadi ancaman serius yang wajib segera diselesaikan oleh tim asal Milton Keynes itu demi mengamankan ambisi juara hari Minggu.
Meskipun sukses menyentuh garis finis terdepan dalam sesi sprint, sang juara dunia empat kali tidak menunjukkan euforia berlebihan. Bagi pembalap asal Belanda ini, kemenangan dalam format sprint sama sekali tidak membawa arti emosional yang mendalam dibandingkan balapan utama grand prix. Fokus utamanya tetap tertuju secara penuh pada balapan hari Minggu yang jauh lebih menentukan jalannya kejuaraan musim ini, terutama mengingat karakter Sirkuit Marina Bay yang terkenal sangat sulit untuk melakukan aksi penyelip-nalar atau overtaking di sepanjang lintasan sempitnya.
"Saya ingin menang besok," ujar Verstappen dengan tegas ketika ditanya mengenai arti penting kemenangan sprint tersebut. "Saya tidak melihat ini sebagai kemenangan dalam arti sebenarnya memenangkan sebuah grand prix." Sikap dingin ini bukan hal baru, mengingat ia secara terbuka kerap mengaku kurang menyukai format balapan pendek ini. Meski demikian, performa di Singapura tetap menunjukkan bahwa timnya telah melangkah ke arah yang tepat dalam pengembangan teknis mobil RB22 di trek jalan raya.
Kendati demikian, bayang-bayang masalah teknis saat lepas landas dari garis start kembali menghantui kubu pabrikan minuman berenergi tersebut. Mengulang kejadian serupa di Malaysia di mana kedua mobil Mercedes melesat melewati posisinya, masalah kambuhan ini kembali terjadi di Singapura ketika George Russell dengan mudah melibas posisinya pada hari Sabtu. Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam mengingat hilangnya posisi di awal balapan bisa berakibat fatal.
Baca Juga Antonelli Ungkap Kerusakan Parah di Lantai Mobil Usai Sprint Qualifying Belanda"Startnya mengerikan lagi, jadi itu jelas sesuatu yang perlu kami tingkatkan," aku Verstappen blak-blakan. "Jika Anda mengalami hal seperti itu besok, balapan Anda akan langsung berakhir, kecuali terjadi sesuatu yang gila di depan." Ketika didesak mengenai detail teknis kegagalan tersebut, ia menjelaskan bahwa mobilnya secara konsisten kehilangan traksi dan tenaga instan saat lampu padam dimatikan, membuat akselerasi awal terasa tertahan dibandingkan para rival terdekatnya di grid.
Persoalan start buruk ini ternyata bukan isu sesaat, melainkan kendala yang telah mendera tim dalam beberapa waktu terakhir. Yang lebih mengejutkan, tim saudara mereka sendiri mampu mencatatkan performa start yang jauh lebih superior. "Kami memiliki beberapa keterbatasan yang harus kami kerjakan, dan itu mungkin dari pihak kami juga," pungkas Verstappen. "Kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik karena Racing Bulls terkadang melakukan start yang lebih baik daripada kami, jadi ya, kami hanya perlu menjadi lebih baik."
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!