Fred Vasseur menepis spekulasi bahwa Ferrari sengaja memecah strategi Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di Grand Prix Spanyol demi menjauhkan keduanya di lintasan. Pernyataan itu keluar setelah kedua pembalap finis dengan nasib berbeda di Madrid.
Isu keretakan hubungan Leclerc dan Hamilton memang sedang panas. Di Zandvoort, Hamilton melalui radio meminta tim order untuk menyalip Leclerc. Lalu di Monza, keduanya bersenggolan di lap pembuka, yang membuat balapan Hamilton kacau dan terlempar ke belakang. Ditambah lagi, di Spanyol, Hamilton start keempat dan Leclerc kelima, tetapi mereka memakai ban berbeda: Hamilton dengan soft, Leclerc dengan hard.
Vasseur pun ditanya soal pilihan strategi itu. Dengan nada tegas, ia membantah bahwa itu untuk memisahkan mereka. “Lihat saja. Norris, Piastri melakukan hal yang sama. Russell, Antonelli juga. Verstappen, Lawson juga. Saya tidak berpikir McLaren takut Norris dan Piastri bertabrakan,” ujarnya kepada wartawan.
Dalam balapan, Hamilton mengalami masalah rem yang membuatnya tidak bisa memaksimalkan ban soft. Ia akhirnya pensiun setelah beberapa lap. Sementara Leclerc bertahan dengan ban hard, berharap safety car muncul untuk pit stop murah. “Itu keputusan terbaik untuk tim hari ini,” kata Leclerc. “Jika harus mengulang, saya akan melakukan hal yang sama. Ban soft di awal tidak akan memberi saya peluang khusus.”
Vasseur memang sudah berulang kali menolak anggapan krisis internal di Ferrari. Namun, insiden di Zandvoort dan Monza membuat publik terus mempertanyakan. Keputusan strategi di Spanyol pun dianggap sebagai upaya meredam potensi benturan. Tapi Vasseur menegaskan itu murni keputusan teknis, bukan taktik psikologis.
Baca Juga Coulthard: Zandvoort Tak Akan Kembali ke Kalender F1Ferrari saat ini tengah berjuang mengejar performa. Kualifikasi di Madring kurang memuaskan, dan strategi split menjadi salah satu cara memaksimalkan peluang. Dengan ban hard, Leclerc berharap safety car yang tak kunjung datang. Sementara Hamilton terjebak masalah rem yang membuat ban soft-nya tak berguna.
Pendekatan split strategy sebenarnya lazim di F1. Tim lain seperti McLaren, Mercedes, dan Red Bull juga melakukannya. Jadi, tuduhan bahwa Ferrari melakukannya untuk memisahkan pembalap tampak tidak berdasar. Namun, dinamika Leclerc-Hamilton tetap menjadi sorotan, terutama jika keduanya kembali bersenggolan di lintasan.
Yang jelas, Vasseur ingin fokus pada balapan, bukan drama. Ia menegaskan bahwa hubungan kedua pembalap baik-baik saja. Kini, Ferrari harus membuktikan bahwa strategi mereka murni untuk performa, bukan untuk meredam konflik.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!