Pembalap asal Selandia Baru, Shane van Gisbergen, kembali menunjukkan tajinya di ajang NASCAR Cup Series setelah berhasil mengamankan finis di posisi kesembilan di Las Vegas dan melanjutkan catatan impresif tersebut dengan finis ketujuh di Charlotte. Capaian ini sekaligus mencatatkan rekor terbaik dalam kariernya di oval mana pun sepanjang keikutsertaannya di kasta tertinggi ajang balap mobil stok Amerika Serikat tersebut. Hasil gemilang ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan setelah melalui rangkaian enam balapan yang cukup pelik tanpa mampu menembus posisi 20 besar.
Perubahan performa yang signifikan ini diraih berkat kerja keras dan evaluasi mendalam yang dilakukan oleh tim. Berbicara mengenai kebangkitan tersebut, van Gisbergen tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya terhadap kerja sama tim yang membuahkan hasil positif. "Saya senang tim telah berbuat lebih baik," ungkap van Gisbergen. Ia juga mengapresiasi rekan setimnya yang tampil kompetitif. "Sangat bagus melihat Ross Chastain berada di jajaran depan juga. Kami terlalu sering melalui hari-hari dengan finis di posisi ke-30 sebagai sebuah tim, jadi ini sangat bagus. Kami telah membuat beberapa kemajuan."
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan tersebut tidak diraih dengan mudah, melainkan melalui eksperimen teknis yang masif pada kendaraannya. "Dua minggu berturut-turut tampil solid, bisa bangga akan hal itu. Kami mengubah banyak hal pada mobil kami untuk mencoba memahaminya dan membuatnya lebih baik. Sangat menyenangkan melihat beberapa kemajuan," tambahnya. Tantangan terbesar selama ini adalah menemukan keseimbangan daya cengkeram dan kestabilan mobil, yang akhirnya berhasil mereka atasi dalam dua balapan terakhir.
Pada balapan di Charlotte sendiri, perjuangan van Gisbergen tidak langsung berjalan mulus sejak tikungan pertama. Ia sempat tertahan di posisi ke-27 pada akhir Stage 1, sebelum perlahan merangsek naik ke posisi ke-13 di penghujung Stage 2. Puncak penampilannya terjadi pada Stage 3, di mana ia menunjukkan kecepatan luar biasa hingga mampu menyodok ke posisi ketujuh. Sementara itu, rekan setimnya Ross Chastain dan Connor Zilisch masing-masing harus puas menyelesaikan balapan di posisi ke-16 dan ke-21.
Meskipun mengakui sempat kehilangan banyak posisi di awal lomba, van Gisbergen memuji respons cepat krunya di garasi. "Pada awalnya saya memang merosot cukup jauh dan kemudian para mekanik membuat mobil menjadi jauh lebih baik," jelasnya. Hasil ini memberikannya poin yang krusial serta mendongkrak motivasi seluruh anggota skuad Trackhouse Racing untuk terus berbenah menghadapi sisa musim kompetisi.
Baca Juga Finis Top 10 Beruntun Kedua Van Gisbergen di CharlotteDi sisi lain, dengan hanya menyisakan empat balapan tersisa dalam perebutan gelar juara musim ini, van Gisbergen harus menerima kenyataan pahit gagal lolos ke babak 16 besar akibat drama di awal musim. Kendati demikian, ia tetap mampu mempertahankan posisi ke-17 di klasemen sementara, berada di atas para pebalap senior berpengalaman seperti Brad Keselowski dari RFK Racing maupun rekan setimnya sendiri.
Menatap balapan selanjutnya di Phoenix yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober mendatang, sang pebalap menyambutnya dengan optimisme tinggi. Karakteristik trek yang unik dan menantang menjadi salah satu alasan mengapa ia sangat menikmati seri tersebut, terlebih setelah sempat finis di posisi ke-11 pada musim semi lalu meski mengalami kendala teknis pada pedal rem.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!