Bintan, Nusantara Media – Sebuah kecelakaan laut di perairan Mantang, Desa Berakit, Teluk Merbau, Kabupaten Bintan, berubah menjadi aksi pengeroyokan massal yang mengerikan. Kapal nelayan yang sedang berusaha menyelamatkan nyawa awaknya justru menjadi korban amarah warga setempat.
Kejadian bermula ketika sebuah kapal nelayan secara tidak sengaja menabrak kelong milik warga di perairan Mantang. Hantaman tersebut membuat kapal tersangkut dan terancam tenggelam akibat tarikan kelong yang rusak.
Dalam situasi darurat, awak kapal memutus tali kelong untuk melepaskan jaring tali sendiri dan menyelamatkan nyawa.
"Kalau tidak dipotong, kapal pasti tenggelam terbawa arus," ujar Harun, salah seorang nelayan yang mengetahui kejadian tersebut.
Namun, keputusan darurat itu justru memicu kemarahan warga. puluhan warga dan nelayan setempat yang merasa kelong mereka dirusak langsung mengejar kapal tersebut. Begitu tiba di daratan, awak kapal langsung diserang massa.
Para korban yang kelelahan dan ketakutan menjadi bulan-bulanan amukan massa. Mereka dihakimi di tempat tanpa proses hukum. Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Bintan, Ipda Roby Suhendra, mengatakan korban tidak berdaya menghadapi massa yang sangat banyak dan emosional.
Hingga saat ini, Polres Bintan masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus pengeroyokan massal tersebut. Pihak berwajib berkomitmen untuk menindak tegas pelaku main hakim sendiri.
Tragedi ini menyisakan trauma mendalam bagi para nelayan korban dan menjadi catatan kelam bagi keharmonisan masyarakat pesisir Bintan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!